Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Jan 2019 12:16 WIB

Sri Mulyani Sebut Kenaikan Bunga AS hingga Rupiah Bikin 2018 Spesial

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara tegas menyebutkan bahwa tahun 2018 merupakan episode yang sangat spesial. Pasalnya, perekonomian Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang tidak mudah.

Dia mengatakan, tahun 2018 terdapat fenomena suku bunga The Fed dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang memberikan guncangan bagi perekonomian nasional.

"Kalau kita bicara ekonomi Indonesia kalau tahun ini masih Januari, 2018 itu sebuah episode sangat spesial," kata Sri Mulyani dalam acara Forum A1 di Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).


Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia pada tahun 2018 terbilang masih oke. Bahkan, Sri Mulyani sangat bangga karena telah berhasil mengumpulkan pendapatan negara lebih dari target APBN.

Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah melakukan beberapa penyesuaian kebijakan yang dapat menstabilkan perekonomian Indonesia dari guncangan yang berasal dari dunia.

"Tahun 2018 hantaman begitu banyak, kenaikan suku bunga, mengendalikan impor, rupiah depresiasi. Tapi kita menutup 5,17%, dan inflasi kita terjaga di 3,5%, angka terakhir 3,2%," ungkap dia.


Hanya saja, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa keberhasilan pemerintah di tahun lalu masih ada yang melihat dengan perspektif berbeda, sehingga seperti tidak mencapai sesuatu.

"Padahal yang dicapai pada 2018 ditutup defisit jauh lebih kecil, tadinya 2,19% menjadi 1,76%, kita akhirnya win, win, win, dan APBN kita tidak rusak," ungkap dia.


Sri Mulyani Sebut Kenaikan Bunga AS hingga Rupiah Bikin 2018 Spesial
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed