Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Jan 2019 13:57 WIB

Buah Naga yang Dibuang Petani Ternyata Reject, Ini Buktinya

Saifan Zaking - detikFinance
Foto: Ardian Fanani Foto: Ardian Fanani
Jakarta - Petani buah naga di Banyuwangi, melakukan aksi protes dengan membuang hasil panennya ke sungai. Hal itu dilakukan karena harga buah naga yang menurun drastis. Namun, ternyata buah naga yang dibuang merupakan produk yang reject.

Saat ini, telah beredar permintaan maaf atas perbuatan yang tidak terpuji tersebut. Seorang petani bernama Agus Widya Putra mengakui kesalahannya karena telah membuang buah naga ke sungai.

"Selamat siang nama saya Agus Widya Putra, tinggal saya Desa Gedogebang, Banyuwangi, disini saya meminta maaf kepada semua warga ataupun penonton yang telah menonton video saya tentang pembuangan," jelas dia dalam video berdurasi hampir 3 menit, seperti dikutip detikFinance Selasa (22/1/2019).




Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki tujuan buruk, ia bermaksud agar para petani buah naga mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait. Agus menginginkan adanya sosialisasi edukasi pihak tertentu mengenai pengolahan limbah gagal panen.

"Tujuan saya bukan untuk hal-hal yang jelek, semoga ada pihak-pihak tertentu yang menonton dan memberikan respon agar nantinya ada pengolahan limbah-limbah rumah tangga agar bisa lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat dan kami sebagai pedagang dan petani tidak merugi lagi," terangnya lagi.

Pria asal Banyuwangi ini pun mengakui, buah naga yang dibuang merupakan hasil panen yang tidak layak konsumsi.

"Perlu diketahui kepada semua viewer, bahwa buah naga yang kemarin saya buang itu bukan buah yang bagus tapi buah yang benar-benar nggak layak konsumsi dan sudah cair seperti ini (menunjuk), jadi masuk ke sungai sudah jadi air, kemarin kurang parah seperti ini, malah lebih mencair lagi," ujar dia.




Bahkan, pihak Kementerian Pertanian Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura Suwandi telah mengetahui bahwa buah naga yang dibuang petani merupakan buah yang kualitasnya tidak bagus dan tidak layak dikonsumsi.

"Yang reject itu yang turun, yang (buah naga) cair, harganya jadi murah yang sudah rusak ya nggak bisa dimakan, dibuang," jelasanya kepada detikFinance, Selasa (22/1/2019). (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com