Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Jan 2019 14:02 WIB

Saat Sri Mulyani Bandingkan RI dengan Haiti Hingga Singapura

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan tertinggi ketiga di kelompok negara G20.

Namun, sayangnya masih banyak yang menilai bahwa ekonomi tanah air masih kalau jauh dengan negara tetangga. Padahal, pertumbuhan ekonomi masih di level 5% dengan tingkat inflasi terjaga di level 3%.

"Kalau kita bicara perbandingan, kita pilih emerging country karena satu kelompok. Kalau kita bandingkan dengan negara tetangga, belum tentu liganya sama," kata Sri Mulyani saat acara Forum A1 di Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).


"Meskipun income per kapita Indonesia lebih rendah, tapi kita di bawah India dan di bawah RRT. Growth di G20 kita ketiga. Karena negara banyak yang growth-nya kemarin kontraksi," sambungnya.

Sri Mulyani bilang, banyak yang membandingkan ekonomi Indonesia dengan negara yang income per kapitanya justru jauh di bawahnya.

"Seperti Ethiopia, Haiti, saya sudah dua kali ke sana, lalu negara di Carribean Island, ekonominya hancur karena gempa, pas gempa dia terkena low income, tidak comparable kalau dibandingkan," ujar Sri Mulyani.


Sedangkan dengan Singapura, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk sekitar 257 juta jiwa, sedangkan Singapura merupakan sebuah negara daratan dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa.

"Singapura size-nya city state dan kita negara kepulauan. Singapura kecil tapi penduduknya 5 juta. Jadi kalau membandingkan Singapura dari sisi size ya beda banget. Tapi kalau GDP kita lebih gede dari Singapura, tapi kalau dibanding 257 juta jadinya kita turun. Singapura income per kapitanya sudah mendekati 70.000. Among the highest in the world," ungkap dia. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com