Impor Beras Bulog Untuk Antisipasi Puasa Dan Lebaran

Impor Beras Bulog Untuk Antisipasi Puasa Dan Lebaran

- detikFinance
Senin, 12 Sep 2005 13:07 WIB
Jakarta - Setelah diputuskan dalam rapat kabinet terbatas pada pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga merestui impor beras kepada Badan Urusan Logitik (Bulog) sebesar 250 ribu ton. "Presiden memberi izin kepada Bulog untuk melakukan impor beras sebesar 250 ribu ton. Ini tidak untuk dijual tapi sebagai persediaan menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri mendatang, sehingga stok nasional gula dan beras akan cukup," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra.Penjelasan Yusril ini diberikan usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden melalui fasilitas video conference yang diikuti oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Gubernur BI Burhanudin Abdullah dan Sekjen Depkeu JB Kristiadi di Istana Presiden Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (12/9/2005).Menurut Yusril, Presiden juga memerintahkan supaya dilakukan koordinasi dengan Departemen Perhubungan dan Organda serta instansi lainnya agar transportasi penyaluran ke daerah-daerah berjalan lancar.Sebelumnya, usai rapat pada 9 September 2005, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu mengatakan impor beras itu untuk menjaga stok Bulog akhir tahun minimal 1,2 juta ton.Saat itu, Mari mengatakan, impor beras perlu dilakukan karena pemerintah harus terus menggulirkan program beras untuk orang miskin (raskin). Impor ini akan dilakukan mulai bulan depan hingga akhir tahun. Diakuinya, jumlah impor ini relatif kecil dalam rentang 20 tahun terakhir. Sedangkan izin yang diberikan hanya untuk Bulog agar bisa terkontrol sehingga tidak mendistori harga di pasar. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads