Buruh Miskin Dapat Bantuan Tunai

Presiden SBY:

Buruh Miskin Dapat Bantuan Tunai

- detikFinance
Senin, 12 Sep 2005 13:40 WIB
Saint Louis - Kabar bagus untuk kaum buruh dihembuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat. "Buruh yang penghasilannya termasuk kelompok miskin akan mendapat bantuan tunai," ujar SBY.Pernyataan itu dilontarkan SBY dihadapan para wartawan di depan The Amphitheater Hotel Rizt Carlton, Minggu (11/9/2005) malam pukul 22.45 waktu setempat atau Senin (12/9/2005) pukul 10.45 WIB. "Saya sudah meminta Wapres, agar buruh yang pendapatannya rendah dan termasuk kelompok miskin mendapat bantuan secara tunai," ujar SBY sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom, Budiono Darsono dari Saint Louis.Agar pemberian bantuan tunai tidak salah alamat, SBY telah meminta kepada jajarannya agar segera dilakukan pendataan dan identifikasi secara secara cermat. Menurut SBY, data penduduk miskin harus akurat, siapa yang dikategorikan miskin dan setengah miskin. "Supaya jangan salah alamat," tegas SBY.Kecermatan data itu, menurut SBY sangat penting karena berdasarkan pengalaman masa lalu, justru penduduk miskin tidak memperoleh bantuan. Sementara penduduk yang tidak miskin justru mendapatkan. "Yang tidak miskin itu dapat lantaran dia keluarganya penjabat. Yang akan datang hal itu tidak boleh lagi terjadi,"ujar SBY.Soal pendataan penduduk miskin, Badan Pusat Statistik (BPS) diharapkan sudah menyerahkan data awal pada 15 September 2005. Data itu selanjutnya memerlukan verifikasi sekitar satu minggu."Setelah itu saya akan panggil Gubernur untuk melakukan pencocokan. Saya tidak ingin ada perbedaan data. Dan diharapkan akhir September ini sudah tuntas," kata SBY.SBY juga mengungkapkan telah meminta Wakil presiden melalui jajaran menteri teknis, untuk memastikan konpensasi BBM akibat kenaikan harga pada 1 Maret lalu telah benar benar mengalir ke daerah. Menurut SBY, masih terdapat beberapa daerah yang belum tuntas laporan penyaluran dana kompensasinya. "Saya inginkan ini harus tuntas terutama yang menyangkut pendidikan dan kesejahteraan," tambah SBY. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads