Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Jan 2019 11:59 WIB

Perlambatan Ekonomi China Jangan Dianggap Remeh

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ekonomi China Melambat. Foto: CNN.com Ekonomi China Melambat. Foto: CNN.com
Jakarta - International Monetary Fund (IMF) menyebut perlambatan ekonomi China saat ini sangat menjadi perhatian besar di dunia.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menjelaskan jika perlambatan ekonomi China ini terjadi terus menerus maka bisa berbahaya. Namun Lagarde optimis jika hal tersebut bisa dikendalikan oleh pemerintah China.

"Perlambatan ekonomi China masih baik-baik saja. Saya pikir bisa dikendalikan oleh pemerintah China," kata Lagarde dikutip dari CNBC, Jumat (25/1/2019).

Setelah China melaporkan pertumbuhan ekonominya pekan ini, indeks Down Jones Industrial Average merosot hingga 300 poin pada Selasa. Gejolak perdagangan ini terjadi karena ekonomi negara terbesar itu lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

"Jika perlambatan terus terjadi, ini akan menjadi masalah baik di dalam negeri atau di luar dan akan menjadi sistemik," jelas dia.

Founder IDG Capital Hugo Shong menjelaskan saat ini ia tak memiliki kekhawatiran yang berlebihan atas melambatnya ekonomi China. Perusahaan investasinya yakni Baidu, Tencent dan Xiaomi tetap berjalan dengan baik.

"Dulu pertumbuhan ekonomi sampai 8%, sekarang di level 6,6%. Saya pikir untuk ukuran pertumbuhan, angka itu masih cukup bagus," ujarnya.

International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi ekonomi global dari sebelumnya 3,7% menjadi 3,5%.


Mengutip laporan IMF yang diterbitkan, proyeksi ini dilakukan IMF karena makin terlihatnya makin cepatnya perlambatan ekonomi di negara maju. Namun pada 2019 perekonomian global diproyeksi mulai membaik dan bisa mencapai 3,6%.

Perekonomian global masih tertekan oleh pengaruh masalah yang terjadi pada negara berkembang seperti Turki dan Argentina. Kemudian IMF juga menyebutkan ketegangan dagang antara dua negara raksasa China dan Amerika Serikat (AS) dinilai masih penuh ketidakpastian.

"IMF mengestimasi pertumbuhan ekonomi global 3,5% pada 2019 dan 3,6% pada 2020," tulis laporan tersebut.

Tak hanya untuk ekonomi global, IMF juga memproyeksi turun pertumbuhan ekonomi negara maju menjadi 2% pada 2019 dan 1,7% pada 2020. Sementara itu untuk negara berkembang IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5% pada 2019, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 4,7%. Lalu untuk 2020, perekonomian di negara berkembang diproyeksi membaik jadi 4,9%.
(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed