Lantik Kepala LKPP, Menteri PPN: Belanja Numpuk di Akhir Tahun

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jumat, 25 Jan 2019 17:23 WIB
Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melantik kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ia berpesan agar tidak jabatan tidak dicela dengan perilaku korupsi.

Bambang melantik Inspektur Utama Kementerian PPN/Bappenas, Ronny Dwi Susanto, menjadi Kepala LKPP menggantikan Agus Prabowo. Dalam sambutannya Bambang mengatakan Ronny mesti menyelesaikan masalah pengadaan barang dan jasa yang menumpuk di akhir tahun.


"Belanja pemerintah numpuk di akhir tahun. Nah, ternyata salah satu penyebabnya perencanaan pengadaan tidak dilakukan di awal, sehingga akhirnya pengadaan baru benar-benar menjelang akhir tahun," kata dia dalam sambutan di Bappenas, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Kondisi tersebut bisa membuka peluang celah bagi oknum-oknum di Kementerian/Lembaga melakukan korupsi.

"Kami melihat perencanaan pengadaan yang terlambat ini bisa dua hal pertama perencanaan yang kurang bagus di K/L dan kedua kadang-kadang itu disengaja. Jadi diubah jadi penunjukan langsung (pengadaannya)," terangnya.


"Saat penunjukan langsung, dia tega memecah yang harusnya besar (pengadaan) Rp 1 miliar, Rp 10 miliar menjadi ribuan paket yang tidak lain perilaku yang korupsi," sambung dia.

Selain itu, Bambang juga menyoroti penggunaan e-procurement dan e-katalog agar terus digenjot karena bisa mencegah korupsi.

"Sangat diharapkan adalah meningkatkan persentase pengadaan yang elektronik karena kita melihat meskipun persentase naik tapi ya belum menjadi mayoritas, sehingga akhirnya tidak ada lagi seolah-olah pakai e-procurement bisa diakali supaya bisa korupsi," kata Bambang. (hns/hns)