Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 27 Jan 2019 11:11 WIB

Sejarah Eka Tjipta Widjaja Bangun Kerajaan Bisnis Sinar Mas

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. Istimewa/Gandi Sulistiyanto (Managing Director Sinar Mas Group) Foto: Dok. Istimewa/Gandi Sulistiyanto (Managing Director Sinar Mas Group)
Jakarta - Sinar Mas Group baru saja kehilangan sang pendiri yang tutup usia. Adalah Eka Tjipta Widjaja yang meninggal dunia di usia 98 tahun pada Sabtu malam (26/1/2019).

Berdasarkan informasi resmi perusahaan yang dikutip detikFinance, Minggu (27/1/2018), Eka mulai berwirausaha pada 1938, tepatnya 3 Oktober. Bermodal tekad di usia 15 tahun Eka memulainya dengan berjualan beragam produk makanan di Makassar, Sulawesi Selatan. Bisnisnya berlanjut ke perdangangan kopra.

Tantangan demi tantangan dia hadapi, namun tak mematahkan tekadnya untuk terus bergerak membangun jaringan. Dia pun berhasil meraih reputasi di antara rekan-rekan bisnisnya.


Baginya, kepercayaan adalah modal utama berwirausaha ketimbang uang. Berbekal itu dia mampu memutar roda bisnisnya yang pada gilirannya terbentuk Sinar Mas.

Pada 1968, Eka Tjipta Widjaja mendirikan kilang minyak goreng kopra pertamanya, dengan nama Bitung Manado Oil Ltd di Sulawesi Utara.

Lini bisnisnya semakin luas, ketika Eka memulai bisnis pengembang dan real estat dengan PT Duta Pertiwi pada 1972. Di tahun yang sama, Eka mendirikan pabrik soda kimia, yaitu Tjiwi Kimia. Ini adalah cikal bakal pabrik kertas pertama Sinar Mas.


Di tahun 1982, Eka membangun PT Internas Artha Leasing Company. Kemudian pada 1986, lewat Sinar Mas Forestry, Eka mulai mengelola hutan tanaman pertamanya.

Giliran PT Dian Swastatika Sentosa yang didirikan Eka pada 1996 untuk memfasilitasi listrik ke pabrik APP. Berikutnya di 2005, Dia mengakuisisi Bank Shinta yang setahun kemudian resmi menjadi Bank Sinarmas. Pada 2006, dia mendirikan PT Smart Telecom.

Kini Sinar Mas mempunyai 6 pilar bisnis, mulai dari pulp dan kertas, agribisnis dan pangan, layanan keuangan, pengembang dan real estat, telekomunikasi, serta energi dan infrastruktur.

Pada 2018 lalu, Sinar Mas telah mencatatkan kiprahnya di Indonesia selama 80 tahun. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed