Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 28 Jan 2019 18:06 WIB

Marak Fenomena Petani Buang Kentang Hingga Cabai, Ada Apa?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Ardian Fanani Foto: Ardian Fanani
Jakarta - Belakangan marak fenomena aksi petani yang membuang produk pertanian ke jalanan. Mulai dari kentang hingga cabai dikarenakan harga yang anjlok. Ada masalah apa sebenarnya?

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid aksi tersebut pada dasarnya dilatarbelakangi kekesalan terhadap pemerintah. Pasalnya anjloknya harga telah terjadi hampir dua bulan lamanya.

Namun, kondisi tersebut tak kunjung mendapatkan perhatian sehingga petani pun merasakan kekesalan.

"Kalau dari petani sendirinya tampaknya mereka kesal dengan harga yang sudah lama nggak naik dan lantas harga produksi mahal harga jual anjlok. Nggak naik dan waktunya lama," kata dia kepada detikFinance, Senin (28/1/2019).




Lebih lanjut, ia pun berharap agar pemerintah mau memperhatikan kondisi tersebut. Apalagi dengan tindakan jangka panjang seperti pendampingan terhadap petani.

Adapun, anjloknya harga cabai tersebut berada hingga di angka Rp 8.000 per kilogram (kg) dari seharusnya Rp 20.000 per kg.

"Itu anjlok cabai besar di Rp 10.000 per kg. Seharusnya Rp 18.000 per kg sampai Rp 20.000 per kg. Itu turun banget. Kalau cabai keriting merah itu juga Rp 8.000 per kg dari seharusnya Rp 20.000 per kg," pungkasnya.


(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed