Calon Kuat Dirut Pertamina
Iin Arifin Tak Terkait SBY
Selasa, 13 Sep 2005 12:28 WIB
Jakarta - Dirjen Migas Iin Arifin Takhyan menjadi calon kuat Dirut Pertamina. Namun Meneg BUMN Sugiharto membantah hal itu terkait kedekatan Iin Arifin dengan Presiden SBY.Seperti diketahui, Presiden SBY pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi era Presiden Aburrahman Wahid. Ketika SBY menjadi Mentamben, Iin merupakan salah satu petinggi di departemen tersebut yang cukup dekat dengan SBY."Saya tidak melihat itu. Malah saya tidak tahu kalau Pak Iin pernah menjadi bawahan Pak Presiden. Dan sungguh saya baru tahu ini," tegas Sugiharto.Ia menyampaikan hal itu usai mengikuti peresmian Sentra Investasi Danareksa PT SID di Kompleks Puri Indah, Jakarta, Selasa (13/9/2005).Sugiharto menegaskan, kalaupun Iin terpilih menjadi Dirut Pertamina adalah karena sesuai kriteria serta kemampuannya. Yang pasti, kata Sugiharto, seorang calon direksi harus dapat membangun kultur Pertamina yang dinilainya sudah sangat penuh KKN. Menurut Sugiharto, mencari calon direksi Pertamina bukanlah hal yang mudah mengingat turn over Pertamina yang hampir setengah dari APBN selama setahun."Mencari orang tepat bukan hal yang mudah. Pinter saja tidak cukup. Tapi yang penting dapat membangun sistem dan kultur yang baik di Pertamina," ujar Sugiharto. Namun saat dikonfirmasi apakah Iin Arifin sudah ditetapkan sebagai Dirut, Sugiharto tidak menjawab secara tegas. "Jangan grusa-grusu. Ini kan kita mencari orang yang tepat. Tapi utamanya saya ambil dari dalam. Kalau memang tidak ada, baru dari luar," tegas Sugiharto.Sugiharto juga menepis adanya tarik menarik yang kuat dalam penetapan direksi Pertamina ini. "Tidak ada. Alhamdulillah semuanya sesuai dengan Inpres no 8 dan 9, dan semuanya sudah melalui TPA (Tim Penilai Akhir)," ujar Sugiharto.
(qom/)











































