Pasokan Gas Habis, PIM Stop Operasi

Pasokan Gas Habis, PIM Stop Operasi

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2005 17:43 WIB
Jakarta - Gara-gara pasokan gas habis, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menghentikan total produksinya sejak 8 September 2005. Mandegnya pasokan gas PIM yang berasal dari ExxonMobil karena kontrak yang disepakati telah berakhir pada 11 September 2005."Bahan bakar gas tidak bisa diganti terpaksa kita hentikan operasi secara total. Saya sudah ke mana-mana minta bantuan, tapi belum ada tindak lanjut," kata Dirut PIM Hidayat Nyakman ketika dihubungi detikcom, Selasa (13/9/2005).Terhentinya produksi PIM, juga mengancam terjadinya PHK massal karena karyawan banyak yang menganggur. Saat ini total karyawan PIM mencapai 1.200 karyawan tetap dan 2.500 karyawan tidak langsung. Menurut Nyakman, pihaknya sudah berupaya melapor kepada Meneg BUMN. Saat itu sang menteri berjanji akan menjamin suplai gas untuk bulan September."Beliau sudah tahu kontrak gas kita dengan Exxon selesai September. Tapi sampai kini belum ada realisasi pasokan gas," ujarnya.Nyakman juga mengakui, pihaknya sudah menyampaikan masalah ini ke BP Migas. Setali tiga uang dengan Meneg BUMN, BP Migas pun hanya mengatakan akan berusaha.Sebenarnya menurut Nyakman, ada bermacam cara untuk mencari gas selain di pasar internasioanl. Antara lain pemerintah bisa meminta Pertamina melakukan reschedule penjualan gasnya. Pemerintah juga bisa meminta Exxon untuk mengalihkan gasnya ke PIM."Mungkin kalau pemerintah yang langsung minta, Exxon bersedia jadi ini semua tergantung pemerintah," katanya.Dijelaskan Nyakman, kebutuhan gas khusus untuk bulan September lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Matinya mesin secara total juga akan menambah kebutuhan gas yang diperlukan saat mesin dihidupkan lagi."Untuk on produksi lagi memerlukan waktu empat sampai lima hari dengan kebutuhan gas sebesar 50 MMBTU per hari," katanya. Sedangkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ari Sumarno ketika dikonfirmasi, Selasa (13/9/2005) masalah ini mengatakan, sudah mengupayakan pencarian gas di pasar internasional. Namun untuk saat ini diakui Ari, sulit untuk mendapat kargo LNG dari Timur Tengah maupun negara lain karena pasar sedang ketat. "Bukan berarti Pertamina lepas tangan karena memang tugas kita hanya mencari jadi jangan salahkan Pertamina yang telah berusaha tapi akhirnya tidak dapat kargo," ujar Ari. Mengenai reschedule penjualan LNG menurut Ari pihaknya sudah mengupayakan itu. "Kami sudah mengatakan ke buyer tapi mereka belum kasih respons," katanya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads