Seusai panen jagung, Agung pun mengatakan suplai jagung dari Jawa Tengah maupun Grobogan cukup bagus.
"Suplai dari Grobogan dan Jawa Tengah sudah bisa memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil. Minggu depan sampai Maret akan terus dilakukan panen di berbagai provinsi," ujar Agung, dalam keterangan tertulis, Jumat (1/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Grobogan Sri Sumarni menambahkan, dengan kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, harga jagung di tingkat petani saat ini memiliki harga tertinggi dari yang pernah diterima petani.
"Bisa kita lihat bersama kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, saat ini harga jagung di tingkat petani sangat menggembirakan dengan kisaran di atas Rp 5 ribu per kg pipil kering. Harga ini merupakan harga tertinggi yang pernah diterima petani, sehingga kami berharap kebijakan pemerintah pusat agar tetap memperhatikan petani jagung," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Sumarni, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor jagung.
"Produksi jagung di Kabupaten Grobogan sangat besar. Kami mewakili petani di Kabupaten Grobogan menyampaikan tidak ada alasan untuk impor jagung. Biarlah petani menikmati harga tinggi," tegasnya.
"Produksi jagung di Kabupaten Grobogan menyumbang 22,7% dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8% dari produksi jagung nasional," tambahnya.
Menurut Sumarni, panen jagung dalam jumlah yang cukup besar di Kabupaten Grobogan diperkirakan akan berlangsung mulai minggu kedua di bulan Februari. Setidaknya terdapat areal pertanaman seluas 41.035 hektare yang akan panen dan diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.
Produksi yang besar di Kabupaten Grobogan tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa potensi produksi jagung dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Edhie Sudaryanto dalam kesempatan ini membantah dengan tegas adanya pihak-pihak yang menyebutkan saat ini tidak ada panen jagung.
"Faktanya, jagung di Kabupaten Grobogan sedang memasuki musim panen. Siapa bilang tidak ada panen," ujarnya.
Menurut Edhie panen raya jagung di Grobogan diperkirakan pada Februari 2019 seluas 41.035 hektare. Dari panen ini diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.
Dalam kesempatan ini juga telah disepakati pembelian jagung oleh GMPT dan petani dengan harga Rp 5.200/kg kadar air 18-0%. Pihak GMPT menyanggupi untuk membeli jagung petani berapa pun jumlahnya. (prf/hns)











































