Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Feb 2019 20:46 WIB

Omzet Penjualan Pernak-pernik Imlek di Glodok Turun 30%

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Pedagang pernak-pernik Imlek di Glodok, Jakarta mengaku omzet penjualannya menurun tahun ini. Hal ini dikarenakan beberapa hal mulai dari kondisi cuaca hingga meningkatnya harga barang modal.

Alhasil, banyak masyarakat yang tidak mampir untuk berbelanja kebutuhan pernak-pernik Imlek.

"Ya ini menurun karena cuaca juga kan hujan. Orang jadi ogah-ogahan datang belanja," kata salah satu pedagang, Indra kepada detikFinance di lokasi, Jakarta, Sabtu (2/2/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan omzet yang diperoleh menurun hingga 30% dibanding tahun lalu. Bila biasanya ia dapat balik modal dalam waktu dua hari namun saat ini baru bisa setelah tiga hari.

"Ini turun 30% (omzetnya). Soalnya biasanya satu-dua hari sudah bisa lah balik modal. Sekarang baru tiga hari balik modalnya," ungkap dia.

Pedagang lainnya, Alamsyah juga mengatakan hal yang sama. Ia mengaku pendapatan yang diperoleh menurun karena ada kenaikan barang modal.

Alamsyah menjelaskan, modal yang diperlukan untuk membeli barang tahun lalu hanya sebesar Rp 50 juta. Namun kini meningkat hingga Rp 70 juta dengan jumlah barang yang sama.

Alhasil, Alamsyah mesti menaikkan harga barang juga sebesar 20%. Di sisi lain, pembeli enggan membeli barang yang naik tersebut sehingga ia mengalami penurunan omzet.

"Nggak tahu nih barang dari situnya naik. Dulu kalau cukup Rp 50 juta sekarang butuh Rp 70 juta. Jadi kan harga kita naikin 20%, eh pembeli nggak mau beli," ungkap dia.


Di toko yang berbeda, Ina juga mengaku pendapatan yang ia peroleh mengalami penurunan. Penurunan tersebut mencapai 10% dikarenakan minat masyarakat yang berkurang.

"Sepi sekarang pada nggak ramai beli. Dulu kalau beli banyak sekarang dikit-dikit saja. Ya turun sekitar 10% lah," jelasnya.

Sementara itu, pernak-pernik Imlek yang dijual mulai dari amplop angpao hingga lampion dipatok dengan harga Rp 5.000 hingga jutaan rupiah. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed