Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Feb 2019 14:40 WIB

Pak Jokowi, Bahaya Lho Impor Jagung Tanpa Kuota

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Jakarta - Ombudsman meminta pemerintah berhati-hati membuka impor jagung, terutama menyangkut keputusan tidak memberi kuota. Anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih menilai kebijakan tersebut membahayakan karena Indonesia bisa kebanjiran jagung impor.

"Pemerintah sudah mulai impor jagung lagi ya. Kita kasih warning, hati hati jangan tanpa kuota, bahaya," katanya dalam konferensi pers di kantornya, Senin (4/1/2019).


Jika tanpa kuota, impor jagung bisa tidak terkendali sehingga merugikan para petani, apalagi Indonesia akan memasuki musim panen jagung.

"Kalau nanti jagung tanpa kuota kemudian impornya arusnya cukup deras kan merugikan petani kita," jelas Alamsyah.


Oleh karenanya, pemerintah diminta bertindak cepat menghitung kebutuhan jagung dalam negeri.

"Maka pemerintah dengan cepat harus menghitung kebutuhan dengan mengantisipasi perkembangan harga di internasional, kan kalau tanpa kuota itu kan bisa tiba tiba, kita lagi asik pilpres, asyik pemilu tahu tahu kebanjiran jagung nanti," tambahnya.


Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi mengatakan panen telah terjadi di beberapa daerah, dengan perkiraan total jumlah panen jagung akan bertambah hingga 10 juta ton.

"Itu (tambahan panen) sekitar 10 juta ton Jagung," kata di kepada detikFinance, Senin (14/1/2019).



Saksikan juga video 'Panen Raya Jagung di Jawa Tengah, Tolong Setop Keran Impor!':

[Gambas:Video 20detik]


Pak Jokowi, Bahaya Lho Impor Jagung Tanpa Kuota



(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com