Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Feb 2019 19:01 WIB

Ke Trenggalek, Susi Semprot Nelayan Masih Berburu Benur

Adhar Muttaqin - detikFinance
Foto: Adhar Muttaqin/detikcom Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Trenggalek - Maraknya perburuan benur atau anak lobster menjadi perhatian serius Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Saat menjumpai banyaknya penangkapan benur di wilayah Trenggalek ia langsung mengritik para nelayan.

Saat bertemu perwakilan nelayan di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Susi mengatakan perburuan benur akan berpotensi memusnahkan lobster di kawasan perairan selatan khususnya di Teluk Prigi Trenggalek.


"Kalau Pak Bupati bodo masalah laut (ya wajar), karena dia tidak pernah ke laut, tapi nek jenengan wong laut lebih bodo soko wong darat yo kebangeten (tapi kalau nelayan lebih bodoh daripada orang darat ya kebangetan). Nek bibit dijupuk sing gede neng ndi (kalau bibit diambil yang besar di mana), apa lobster yang besar itu datangnya dari buih-buih ombak itu," kata Susi disambut celetukan kecil dari nelayan, Senin (4/2/2019).

Perburuan secara masif tersebut berdampak terhadap keberlangsungan lobster di pesisir selatan, padahal menurut Susi, pada saat ia masih beraktivitas langsung sebagai pengusaha perikanan, pihaknya mendapatkan pasokan lobster dari kawasan Trenggalek, Pacitan dan sekitarnya tidak kurang dari 1 ton/hari.

"Besar-besar, harganya juga masih murah Rp 200 ribu, sekarang sudah empat kali lipat. Lobster Mutiara yang 8 ons sudah Rp 4 juta, paling murah Rp 2,5 juta. Kalau sampean bodo (kalau nelayan yang tidak pintar) Rp 100 ribu, Rp 30 ribu dijual, lak bodo temenan kan, gak usah ngurus, gak usah ngumpani ngenteni sedelok ae gede (tidak usah mengurus, tidak memberi makan, tinggal menunggu sebentar saja besar) sudah jadi Rp 2 juta, Rp 1 juta," imbuhnya.


Susi berharap para nelayan di pesisir selatan Trenggalek bersama-sama menjaga ekosistem lobster dengan meninggalkan perburuan benur. Pemerintah telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai perdagangan dengan menangkap para bandar benur.

Ia menjelaskan, lobster adalah salah satu hewan laut yang berkembang biak secara menetap dan tidak berpindah-pindah. Sehingga apabila perburuan benur dihentikan, pihaknya optimistis kawasan Teluk Prigi akan kembali menjadi sentra lobster.

"Ya kalau tuna melanglang buana ke berbagai benua, tapi kalau lobster menetap," kata Susi Pudjiastuti.

Sementara itu, salah seorang nelayan Supani mengakui hingga saat ini masih ada nelayan di wilayahnya yang berburu benur di kawasan teluk.


"Kebanyakan ikut-ikutan, selain itu kabar yang di nelayan, katanya ada yang melarang, katanya ada yang memperbolehkan. Sebetulnya kalau menurut saya yang paling utama pedagangnya, kalau pedagang dihentikan ya nelayan tidak akan mencari," katanya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com