14 SPBU Jakarta Curangi Takaran
Rabu, 14 Sep 2005 15:25 WIB
Jakarta - Para pengguna kendaraan di Jakarta harus hati-hati saat mengisi BBM. Sebanyak 14 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta diketahui melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran.Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Terpadu Pemantau, Pengawas dan Pengendalian Dampak Kenaikan Harga serta Penanggulanan Penyalahgunaan Penyediaan dan Pelayanan BBM (Timdu BBM) Slamet Singgih dalam jumpa pers di WismaPertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (14/9/2005).Timdu BBM sebelumnya memeriksa 20 SPBU berdasarkan laporan dari masyarakat soal kecurangan. Namun dari 20 SPBU yang dilaporkan tersebut, hanya 14 SPBU yang dinyatakan melanggar ketentuan takaran. Nilai pelanggaran takaran itu mencapai Rp 503 juta untuk premium, solar Rp 382 juta, pertamax Rp 19 juta, atau secara total mencapai Rp 905 juta. Slamet menambahkan, tidak tertutup kemungkinan jumlah SPBU yang melanggar ketentuan takaran itu lebih banyak karena pemeriksaan yang dilakukan Timdu BBM hanya berdasarkan laporan masyarakat.Namun sayangnya Slamet enggan mengungkapkan SPBU mana saja yang curang tersebut. "Nggak usahlah itu," tegasnya. Bagi 14 SPBU yang curang tersebut sebanyak 10 SPBU telah dikenai sanksi ditutup dan tidak dikirimi BBM selama 1-2 minggu, serta diperintahkan untuk tera ulang atau pengukuran ulang. SPBU tersebut juga diharuskan mengembalikan sisa kecurangannya ke Pertamina.
(qom/)











































