Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Feb 2019 12:22 WIB

Pengusaha Truk Ngeluh Tol Mahal, Ongkos Operasi Naik 2 Kali Lipat

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pengusaha truk yang tergabung dalam Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan mahalnya tarif tol Trans Jawa. Kondisi tersebut membuat ongkos operasional pengiriman naik dua kali lipat dibandingkan lewat Jalan Pantura.

Wakil Ketua Umum Aptrindo Nofrisel mengatakan kenaikan 2 kali lipat itu sangat signifikan.

"Intinya kita bisa bandingkan selama ini hanya sekitar Rp 500-an ribu atau Rp 600-an ribu, sekarang bisa Rp 1 juta lebih, kan cukup siginifikan," katanya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Dia mengatakan, struktur biaya pengiriman barang dengan truk terdiri dari beberapa elemen, mulai dari bensin hingga pengemudi. Dengan tarif yang mahal itu akan makin menambah beban biaya.

"Kita membacanya bahwa penerapan tarif itu berpengaruh terhadap struktur cost kita dari sisi pengusaha truk. Kita dengan komponen seperti itu merasakan adanya implikasi cost yang naik di struktur cost kita," jelasnya.



Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) juga mengeluhkan hal yang sama, di mana keuntungan pengusaha logistik menjadi terpangkas akibat mahalnya tarif tol, pasalnya mereka tidak bisa menaikkan ongkos jasa ke customer karena terikat kontrak.

"Kemampuan daya beli dari customer kita nggak naik ya karena end customer mereka juga nggak punya kemampuan beli lebih ya kan. Kemudian kita nggak bisa naikkan harga seenak-enaknya harga jasa kita kepada customer," jelas Wakil Ketua Umum ALI Mahendra Rianto secara terpisah.

"Kalau biaya tol mahal, habis margin kita, gimana kita bayar utang," tambahnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed