Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Feb 2019 16:44 WIB

Kuliner dan Pupuk Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Aceh

Agus Setyadi - detikFinance
Foto: Agus Setyadi/detikTravel Foto: Agus Setyadi/detikTravel
Aceh - Pertumbuhan ekonomi Aceh hingga triwulan IV-2018 dengan migas yaitu 4,61% dan tanpa migas sebesar 4,49%. Bidang usaha kuliner serta pupuk menjadi faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, merilis pertumbuhan ekonomi Tanah Rencong terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 8,28%, diikuti lapangan usaha industri pengolahan sebesar 8,26% dan lapangan usaha pendidikan sebesar 7,94%.

"Pertumbuhan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh tertinggi, didorong dengan adanya aplikasi online pembelian makanan dan minuman jadi dan maraknya usaha kuliner di berbagai daerah," kata Kepala BPS Aceh Wahyudin di Kantor BPS Aceh, Rabu (6/2/2019).


Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi di bidang industri pengolahan juga tinggi karena meningkatnya produksi pupuk oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM). Hal ini juga akibat membaiknya pasokan gas. Menurut Wahyudin, pertumbuhan lapangan usaha pendidikan didorong oleh peningkatan jumlah mahasiswa di Universitas UIN Ar Raniry dan Unsyiah.

"Karena dibukanya beberapa program studi baru dan semakin bertumbuhnya alokasi anggaran," ungkap Wahyudin.

Menurut Wahyudin, perekonomian Aceh Tahun 2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 155,91 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp 29,73 juta atau US$ 2,09 ribu. Sementara itu PDRB tanpa migas sebesar Rp 150,35 triliun dan PDRB perkapita non migas mencapai Rp 28,67 juta atau US$ 2,01 ribu.

Wahyudin merinci, pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2018 lebih tinggi dibanding 2017 lalu. Tahun ini, perekonomian dengan migas tumbuh sebesar 4,61% lebih tinggi dibanding capaian tahun 2017 sebesar 4,18%. Sementara pertumbuhan 2018 tanpa migas adalah sebesar 4,49% juga lebih tinggi dibanding capaian tahun 2017 sebesar 4,13%.


Sedangkan jika dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Aceh sampai dengan triwulan IV-2018 mencapai 4,61%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Luar Negeri yang mencapai 51%.

"Kemudian diikuti komponen pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 4,12% dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,58%," rinci Wahyudin. (agse/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed