Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 13:23 WIB

Motor Rusak Gara-gara Dibanting, Mending Dibenerin atau Beli Baru?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Capture dari video Adi Saputra membanting motor karena tidak terima ditilang/Dok Istimewa Foto: Capture dari video Adi Saputra membanting motor karena tidak terima ditilang/Dok Istimewa
Jakarta - Aksi Adi Saputra (20) membanting-banting motor karena tak terima ditilang polisi ramai disorot. Adi membanting dan merusak sepeda motornya hingga tak karuan.

Kalau motor sudah rusak seperti itu, mending diperbaiki atau beli baru ya?

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengungkapkan sejatinya kondisi tersebut harus dilihat dari nilai kerusakan kendaraan, dalam hal ini sepeda motor.

"Jadi sebenarnya harus dilihat biayanya, karena lari ke biaya juga. Biaya beli baru dibandingkan dengan biaya diperbaiki," kata Eko kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (7/2/2019).


Dia menyarankan, bila biaya perbaikannya hampir mendekati 80% dari harga kendaraan saat itu maka lebih baik untuk membeli motor baru. Apalagi, harga kendaraan terus mengalami penurunan.

"Kalau angka perbaikannya katakan 80%-nya mendekati harga motor, ya mendingan beli baru ya. Karena kan nilai barang dia, kendaraan kan makin lama makin turun," ujarnya.

"Ketika dia keluar dari showroom aja, (motor) dia turun 10% itu baru keluar. Katakan sudah keluar setahun 2 tahun lebih, turun lagi," sambungnya.

Lebih dari itu, Eko pun mengingatkan bahwa kerusakan kendaraan yang diakibatkan karena pilihan sendiri tak bisa diklaim oleh asuransi.

"Yang paling penting kalau kerusakan sendiri nggak bisa asuransi kan. Itu kan bukan risiko yang tidak bisa dihindari sama dia, bukan kehilangan juga," tuturnya.

(fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed