Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 23:07 WIB

Deretan Tudingan Prabowo soal Uang Negara Bocor

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
FOKUS BERITA Anggaran Negara Bocor?
Jakarta - Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto membuat publik heboh. Prabowo menyebut ada kebocoran anggaran negara sebesar 25%.

Masalah kebocoran ini sebenarnya berkali-kali disinggung oleh Prabowo. Dalam catatan detikFinance, pada Maret 2018 lalu Prabowo pernah menyinggung soal kebocoran.

Konteks bocor saat itu berkaitan uang triliunan rupiah milik warga negara Indonesia (WNI) yang diparkir di luar negeri.


Dia mengaku diejek karena pernyataannya tersebut, namun belakangan, menurut Prabowo, pemerintah mengakui kebocoran tersebut.

"Waktu dulu saya bicara dan saya mengatakan, Indonesia kebocorannya Rp 1.000 triliun tiap tahun, saya diejek, dibilang Prabowo ngawur, Prabowo mengada-ada, Prabowo bukan ahli ekonomi, baca bukunya di mana. Ternyata sesudah satu-dua tahun, Menteri Keuangan Pemerintah Jokowi sendiri mengakui ada ribuan triliun rupiah yang berada di luar negeri," katanya saat tur 'Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat', Jumat (30/3/2018).

September 2018, Prabowo kembali menyinggung soal kebocoran dalam acara bedah buku 'Indonesia Paradoks'. Waktu itu, dia menerangkan, sistem ekonomi yang ada di Indonesia telah menyimpang dari UUD 1945. Lantaran, kekayaan Indonesia justru banyak mengalir ke luar negeri.

Prabowo menjelaskan Indonesia tak pernah menikmati kekayaan bangsanya sendiri. Semua keuntungan bangsa dinikmati negara lain.

Dia kemudian bercerita saat dirinya ditertawakan soal kebocoran uang negara sebesar Rp 1.000 triliun. Prabowo mengaku tidak takut karena pernyataannya itu terbukti.

"Waktu saya bicara kebocoran 1.000 triliun yang saya hitung, saya diejek, saya ditertawakan. Tapi saya tidak gentar. Baru ditertawakan. Belum ditembak oleh musuh," ujar Prabowo.


Prabowo mengatakan apa yang dibicarakannya ini sudah diamini para menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang pernah mengatakan kerugian negara sebesar Rp 2.000-Rp 3.000 triliun di sektor perikanan. Dia berkelakar, Susi kemungkinan kena reshuffle.

"Ternyata malah menteri pemerintah ini mengatakan lebih dari saya. Ibu Susi mungkin kena reshuffle beliau ini ha..., ha..., ha. Jawabannya kurang enak. Jadi beliau mengatakan jumlah kerugian negara Rp 2.000 triliun sampai Rp 3.000 triliun di sektor ikan saja. Saya masih konservatif, saya katakan Rp 1.000 triliun karena saya diajarkan senior-senior kan harus selalu hati-hati dengan angka," sebutnya

Begitu juga dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Prabowo mengatakan, Darmin mengakui ada devisa yang tidak kembali ke dalam negeri.

"Kemudian Menko Darmin mengatakan ada ekonomi bocor karena devisa tidak kembali. Berarti kan benar aliran keluar. Jadi buku saya sudah dibenarkan ini oleh tokoh-tokoh pemerintah sekarang," tambahnya.




Terbaru, Prabowo memperkirakan ada kebocoran anggaran negara 25%. Prabowo mengatakan, kebocoran anggaran ini sudah dihitung dan ditulis dibukunya.

"Saya hitung dan saya sudah tulis di buku, kebocoran dari anggaran rata-rata, taksiran saya mungkin lebih, sebetulnya 25% taksiran saya anggaran bocor. Bocornya macam-macam," kata Prabowo saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

Dalam penjelasannya, Prabowo mengatakan kebocoran ini disebabkan oleh mark up. Dia bilang, kondisi ini terjadi berkali-kali.

"Proyek yang harganya 100 dibilang 150. Itu namanya apa, penggembungan, namanya mark up. Harga 100 dia tulis 150. Bayangkan, jembatan harga 100 ditulis 150. Dan ini terjadi terus-menerus. Kita harus objektif masalah ini sudah jalan lama. Ini harus kita hentikan dan kurangi," jelasnya.

Perhitungan Prabowo, anggaran negara yang 'bocor' mencapai Rp 500 triliun. Dia menuturkan anggaran sebesar itu bisa membangun industri besar di Tanah Air.

"Kalau anggaran kita yang sudah disepakati 200 miliar dolar, kalau kebocoran tadi 25%, artinya yang hilang... hampir Rp 500 triliun yang bocor," ujar Prabowo.




"Bayangkan dengan uang ini kalau dipakai untuk kesejahteraan dan ekonomi. Kita bayangkan apa yang bisa dibuat. Saya bicara dengan pakar industri, dengan tadi 50 miliar dollar kurang-lebih kita bisa gabung 200 pabrik sehingga kota bisa ciptakan produk terbaik Indonesia," tutupnya. (dna/dna)
FOKUS BERITA Anggaran Negara Bocor?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed