Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Feb 2019 09:46 WIB

Prabowo Tuding Anggaran Negara Bocor, TKN: Cari Sensasi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
FOKUS BERITA Anggaran Negara Bocor?
Jakarta - Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menuding anggaran negara bocor sebesar 25% atau setara dengan Rp 500 triliun. Hal itu disampaikan kala ia berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin merespons hal tersebut. Wakil Ketua TKN, Kadir Karding mengatakan bahwa ucapan Prabowo hanya untuk mencari sensasi belaka. Sebab, pernyataan itu tak sesuai dengan substansi.

Dia menyoroti enam poin dalam pernyataan Prabowo tersebut. Pertama, ucapan kebocoran anggaran dinilai sebagai ocehan politik daripada pidato politik.

Kedua, ucapan Prabowo juga dinilai basi karena sudah pernah disampaikan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Apalagi, tak ada tindak lanjut pelaporan hukum atas tudingan tersebut.

"Alasannya karena ocehan itu ibarat barang sudah menjadi barang bekas, karena pernah disampaikan pada Pilpres 2014. Konyolnya Prabowo tidak pernah sekalipun menjabarkan bukti apalagi melakukan pelaporan hukum," jelas dia dalam keterangan tertulis, seperti dikutip detikFinance, Jumat (8/2/2019).



Selanjutnya, ucapan tersebut dianggap hanya untuk mencari sensasi. Pasalnya, tudingan tersebut tidak untuk memperbaiki kondisi namun hanya untuk menjatuhkan lawan politik.

"Sikap Prabowo yang lebih doyan menuding tanpa bukti menunjukkan karakter politiknya yang doyan mencari sensasi, ketimbang substansi. Wacana kebocoran anggaran ia ucapkan bukan untuk memperbaiki keadaan bangsa, tapi lebih pada upaya untuk menyudutkan dan menjatuhkan lawan politiknya," papar dia.

Kemudian, Kadir juga menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sudah mampu membeda ucapan mana yang mencari sensasi belaka dengan substansi. Sehingga tudingan tersebut dinilai sia-sia.

Selain itu, kata Kadir, pemerintah telah mengelola APBN secara kredibel dan profesional sehingga tak mungkin ada kebocoran anggaran. Hal itu terbukti dari audit BPK yang memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"APBN selama ini dikelola secara kredibel dan profesional. Setiap tahun BPK juga melakukan audit. Dua tahun terakhir, yaitu 2016 dan 2017, BPK memberikan predikat WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Bukti bahwa Prabowo bukan cuma gagal mencari kejelekan pemerintah tapi justru asik menjelek-jelekan pemerintah," terang dia.

Terakhir, ia meminta agar Prabowo mampu menjadi orang yang bertanggung jawab dan terbuka atas semua ucapannya. Hal itu dengan melakukan pelaporan ke pihak berwenang seperti KPK.

"Data kebocoran yang Beliau tudingkan itu dan sekaligus melaporkan kebocoran tersebut ke penegak Hukum seperti KPK. TKN akan ikut mendorong dan mendukung laporan Pak Prabowo tersebut," tutup dia.



Simak Juga 'Prabowo Sebut Duit Negara Bocor, Jokowi: Lapor KPK, Bawa Bukti!':

[Gambas:Video 20detik]


Prabowo Tuding Anggaran Negara Bocor, TKN: Cari Sensasi

(eds/eds)
FOKUS BERITA Anggaran Negara Bocor?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed