Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 09 Feb 2019 22:26 WIB

Saran untuk Pemerintah agar Tak Ada Ribut Tiket Pesawat Mahal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA Monopoli Harga Avtur
Jakarta - Kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan biaya bagasi belakangan jadi polemik. Menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara salah satu penyebab tiket mahal dan tarif bagasi adalah naiknya harga avtur.

Bhima menilai harga avtur di Indonesia tinggi karena penyaluran yang tidak efisien akibat infrastruktur yang kurang mendukung.


"Masalahnya adalah infrastruktur penyaluran avtur masih tidak efisien sehingga harga avtur di Indonesia cenderung lebih mahal daripada Singapura dan Malaysia. Itu yang membuat avtur kita nggak bersaing," kata Bhima dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Bhima, untuk jangka panjang, pemerintah harus meningkatkan infrastruktur penyaluran avtur di luar Jawa. Kemudian untuk jangka pendek, pemerintah bisa memberikan penugasan kepada Pertamina untuk bisa memberikan diskon harga avtur.


"Avtur itu pemain besarnya adalah Pertamina makanya Pemerintah juga bisa meregulasi Pertamina apakah dalam kondisi seperti sekarang, pariwisata memengaruhi hajat hidup orang banyak. Apakah ada skema bentuk penugasan kepada Pertamina, untuk sementara waktu harga avtur agak sedikit diturunkan dan mekanisme itu melalui penugasan," ujarnya.

Menurut Bhima, kebijakan ini adalah untuk jangka pendek dan temporer. Jadi ketika harga minyak dunia kembali rendah, kebijakan ini bisa dievaluasi kembali. (kil/hns)
FOKUS BERITA Monopoli Harga Avtur
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed