Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Feb 2019 11:41 WIB

Mengintip Prospek Industri Penerbangan RI di 2019

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Memasuki tahun 2019, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti memberikan catatan terkait peluang dan tantangan industri penerbangan nasional.

Polana menyadari siklus-siklus bisnis yang ada di penerbangan. Seperti misalnya adanya musim sepi (low season) dan musim sibuk (peak season). Low season biasanya terjadi di pertengahan januari sampai bulan Febuari. Penumpang didominasi oleh pebisnis dan pekerja, sementara penumpang dengan keperluan "pleasure" atau wisatawan menurun.

Sedangkan peak season biasanya terjadi di tengah tahun, saat liburan sekolah dan akhir tahun saat liburan natal dan tahun baru. Ada juga puncak peak season yang khusus terjadi di Indonesia yaitu libur Lebaran.

"Penurunan penumpang, hampir terjadi setiap tahun, memang kondisi low season yang merupakan siklus tahunan yaitu Januari, Februari. Dan Maret baru mengalami peningkatan," tutur Polana


Dari data angkutan udara domestik yang dihimpun Ditjen Hubud, terlihat adanya fluktuasi jumlah penumpang. Pada tahun 2016 bulan Januari jumlah penumpang 6,7 juta, Februari 6,4 juta, Juli 8,7 juta dan Desember 8,4 juta.

Tahun 2017 bulan Januari jumlah penumpang 7,7 juta, Februari 6,5 juta, Juli 9,5 juta dan Desember 9,0 juta. Sedangkan tahun 2018 bulan Januari jumlah penumpang 8,3 juta, Februari 7,5 juta, Juli 9,7 juta dan Desember 8,1 juta penumpang.

Untuk itu ia berharap penurunan jumlah penumpang di musim-musim tertentu tak dijadikan masalah mengingat kondisi tersebut merupakan siklus yang wajar dalam industri penerbangan.


Justru menurutnya, yang perlu menjadi perhatian pelaku industri dan pemangku kebijakan adalah peningkatan layanan dan keselamatan.

"Jadi saya mengajak semua stakeholder untuk optimis memandang bisnis penerbangan tahun ini akan terus tumbuh dan berkembang. Mari kita kerja keras dan cerdas dengan saling bersinergi. Dan yang paling penting, harus tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, pelayanan dan patuh terhadap aturan-aturan penerbangan yang berlaku," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com