Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Feb 2019 23:19 WIB

LRT Palembang Dianggap Sepi, Menhub: Angkutan Massal Ada Proses

Raja Adil Siregar - detikFinance
Foto: Raja Adil Siregar Foto: Raja Adil Siregar
Palembang - Pemerintah saat ini masih subsidi tarif light rail transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan. Meskipun disubsidi, ternyata penumpang masih sepi. Lantas apa kata Menteri Perhubungan?

Sepinya LRT Palembang ini terlihat dari pantauan detikcom pada bulan Januari lalu. Di mana pada satu gerbong kereta LRT hanya ada 11 penumpang, padahal kapasitas satu gerbong bisa mencapai sekitar 125 penumpang.

Selain di gerbong, sepinya penumpang juga terlihat di 13 stasiun karena hanya ada 5 sampai 10 penumpang saja yang ada di ruang tunggu. Hal ini terlihat tak sesuai dengan megahnya stasiun yang ada.


Sementara untuk beberapa stasiun yang ramai terlihat hanya ada di stasiun DJKA, Jakabaring, Ampera, Pasar Cinde, Bumi Sriwijaya dan stasiun akhir bandara SMB II Palembang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun optimistis 'ular besi' itu akan digunakan masyarakat kota Pampek, namun semua butuh proses, terutama dalam mengubah kebiasaan masyarakat.

"Namanya angkutan massal itu ya harus ada proseslah. Proses edukasi, integrasi dan sebagainya, memang butuh proses untuk melakukan itu semua," terang Budi Karya di stasiun LRT Bumi Sriwijaya Kota Palembang, Senin (11/2/2019) malam.

Integrasi LRT Palembang

Khusus proses integrasi Menhub mengatakan sudah koordinasi bersama antara Pemprov Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang. Salah satunya dengan merubah rute dan menintegrasikan antar angkutan.

"Untuk proses integrasi, angkutan Damri sudah melakukan dan pak Walikota juga melakukan beberapa kegiatan angkutan," imbuh Budi Karya.

Terkait besaran subsidi, Budi Karya pun menyebut angka cukup besar, yakni Rp 120 miliar/tahun. Artinya untuk seluruh biaya operasional dibantu sekitar Rp 10 miliar setiap bulannya.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Palembang Harnojoyo mengaku saat ini telah menjalin kerjasama dengan semua moda transportasi yang ada. Kerjasama itu diantaranya untuk merubah rute agar semua terintegrasi dengan LRT.

"Sekarang ini kita sedang membuat PKS (perjanjian kerja sama) intermoda antara LRT, Damri sama angkutan sungai. Jadi nanti hanya ada satu tarif, naik Damri ke Trans Musi dan LRT itu cukup bayar Rp 7 ribu semua," terang Wali Kota Palembang, Harnojoyo.


"Setelah itu disepakati, nanti naik Trans Musi ke LRT hanya Rp 7 ribu. Termasuk dari angkutan sungai naik ke LRT hanya bayar sekali. Kalau Trans Musi sekarang Rp 5 ribu, itu nanti ke kita tetap Rp 5 ribu dan sisanya pemerintah pusat subsidi," Harnojoyo.

Kebijakan itu disebut Harnojoyo segera terealisasi dalam waktu dekat. Bahkan perjanjian kerja sama sudah dirancang dan tinggal menunggu penandatanganan untuk segera diterapkan dalam waktu dekat. (ras/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed