Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Feb 2019 15:45 WIB

Curhat Susi Sulitnya Dorong Produksi Ikan di RI

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan sulitnya mendorong produksi ikan di Indonesia. Bahkan hal itu mesti dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan duta besar luar negeri selama enam jam.

Susi mengatakan untuk meningkatkan produksi ikan di Indonesia ia mesti melakukan moratorium izin kapal asing melaut di Indonesia. Sehingga untuk menjelaskan rencana itu, ia terlebih dahulu memanggil duta besar negara yang berkaitan.

"Pertama saya panggil dubes supaya nggak menimbulkan diplomatik, mulai China, Thailand, Filipina, dan Australia, Malaysia itu makan siang sampai 6 jam muter-muter. Ujungnya saya bilang i need your support i want moratorium," kata dia dalam diskusi media di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2/2019).



Akhirnya, setelah melalui pertemuan yang panjang tersebut ia mendapatkan dukungan dari para duta besar luar negeri.

"Nah, saat ditanya wartawan dia bilang we will support you," ungkap dia.

Saat ini, kata Susi, produksi ikan telah meningkat dan mampu mengembalikan kesejahteraan nelayan. Pasalnya, berdasarkan sensus 2003-2013 rumah tangga nelayan menurun dari 1,6 juta orang menjadi 806 ribu.

Hal itu dikarenakan berkurangnya produksi ikan di laut Indonesia akibat banyaknya kapal asing yang melaut. Ia bahkan menilai angkanya mencapai hingga 10 ribu kapal.

"Jumlah rumah tangga nelayan 1,6 juta jadi 806 ribu karena semua nggak ada ikan akhirnya berhenti profesi nelayan. Itu karena massive-nya izin kapal asing ada 10 ribu kapal nangkap ikan di Indonesia dulu," papar dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed