Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 18:02 WIB

Darmin: Pajak Avtur di Eropa Jauh Lebih Tinggi

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mahalnya harga avtur di Indonesia menjadi polemik. Pasalnya harga avtur di Indonesia disebut lebih mahal dibandingkan internasional. Itu disebabkan pajak pertambahan nilai (PPN) yang diberlakukan pada setiap transaksi avtur di dalam negeri.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, sebenarnya PPN yang dikenakan Indonesia bukan merupakan yang paling mahal. Kata dia, di Eropa jauh lebih mahal.

"PPN kita itu sama saja untuk avtur atau apapun, dan PPN itu tergantung kamu dibandingkan dengan negara mana. Kalau dengan negara Eropa ya jauh lebih tinggi dari kita," kata Darmin ditemui di kantornya, Rabu (13/2/2019).



Darmin juga menilai pemberlakuan PPN terhadap avtur untuk penerbangan domestik merupakan hal yang wajar, sementara avtur untuk penerbangan internasional bisa bebas PPN.

Kata Darmin, pada prinsipnya PPN ini memang berlaku untuk transaksi domestik. Sementara untuk ekspor bisa direstui.

"Artinya yang dalam negeri merasa 'kok dia (penerbangan internasional) nggak bayar, kok kita bayar.' Tapi ya prinsip dari PPN memang begitu sebenarnya," jelas Darmin.

Namun, saat ini ada upaya untuk mencari jalan keluar terhadap masalah PPN avtur yang dijual Pertamina untuk penerbangan dalam negeri.

"Ya coba dipelajari memang, dikaji oleh Kementerian Keuangan," tambahnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed