Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Feb 2019 11:58 WIB

Setelah China, AS Mau Perang Dagang dengan India

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih belum tuntas. Namun, perang dagang sepertinya bakal menyebar. Kini, ancaman perang dagang terjadi antara AS dan India.

Dalam laporan CNN seperti dikutip Kamis (14/2/2019), terjadi ketegangan antara India dan AS dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan timbul setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan strategi dagang 'Buy American, Hire American'.

Strategi dagang Trump tersebut berbenturan dengan kampanye Perdana Menteri India Narendra Modi, yakni 'Make in India'.

Trump berulang kali mengecam bea masuk India atas barang-barang AS, terutama produk-produk otomotif seperti Harley Davidson. Meskipun, belum jelas Harley dikenakan tarif atau tidak. Bulan lalu, Trump membidik 150% tarif impor wiski India.


Di sisi lain, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dijadwalkan mengunjungi India pada hari ini. Kunjungan Ross ke India untuk membicarakan hubungan dagang kedua negara yang nilainya mencapai US$ 125 miliar per tahun.

Sayangnya, Ross membatalkan perjalanannya pada Rabu kemarin. Perjalanan batal karena adanya masalah cuaca dan masalah teknis lainnya.

"Karena cuaca buruk, masalah teknis yang menyebabkan pembatalan penerbangannya, dan masalah logistik lainnya," kata juru bicara Departemen Perdagangan.

Batalnya Ross ke India ini membuat hubungan dagang kedua negara masih belum bisa diselesaikan dengan baik. Padahal, Ross berniat untuk melakukan pembicaraan renggangnya hubungan kedua negara tersebut.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed