Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Feb 2019 12:47 WIB

AS Tekor Dagang Lawan India

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam bea masuk yang diterapkan India atas barang-barang AS, terutama produk-produk otomotif seperti Harley Davidson. Atas perlakuan tersebut, Trump berencana membidik 150% tarif impor whisky.

Mengutip CNN, Kamis (14/2/2019), saat ini Trump berupaya mengurangi defisit negara Paman Sam tersebut. India sendiri mengekspor barang senilai US$ 50 miliar ke AS tahun lalu. Sementara, impor untuk produk AS hanya US$ 30 miliar, menurut Biro Sensus AS.

Sementara, Perdana Menteri India Narendra Modi berniat untuk menarik investor asing ke India. Segala hal yang menghadang akses pasar ke AS ini bakal menimbulkan kekhawatiran para investor.

"Penghapusan konsesi perdagangan ke AS dapat memiliki implikasi lebih lanjut seperti mengurangi daya tarik India sebagai pusat manufaktur," kata analis risiko di perusahaan riset Fitch Solutions, Jason Yek.

"Ini dapat membebani arus masuk investasi asing langsung selama tahun-tahun mendatang," sambungnya.


Reuters melaporkan, para pejabat AS sedang menimbang untuk mengeluarkan India dari program yang memungkinkan terbebas dari tarif seperti perhiasan, suku cadang kendaraan dan motor listrik senilai US$ 5,6 miliar.

Program Generalized System of Prefrences (GSP) memberi akses 121 negara berkembang untuk lebih mudah menjangkau konsumen AS. India merupakan penerima manfaat terbesar menurut data pemerintah AS.

Tahun lalu, AS mengumumkan akan meninjau kelayakan AS untuk program GSP setelah adanya keluhan peternak sapi perah dan produsen alat kesehatan yang menyatakan tarif India merusak ekspor mereka.

GSP sendiri sebenarnya bukan satu-satunya sumber ketegangan. India merupakan satu dari beberapa negara yang terkena tarif baja dan aluminium AS tahun lalu. India kemudian mengumumkan akan memberlakukan tarif untuk produk AS senilai US$ 240 juta sebagai pembalasan tapi belum berjalan.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed