Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Feb 2019 11:08 WIB

Muncul #uninstallbukalapak, Begini Perjalanan Bisnis Bukalapak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Jagat maya Twitter diramaikan oleh tagar #uninstallbukalapak dari semalam, Kamis (14/2/2019). Keramaian tersebut tak lepas dari cuitan pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Dalam cuitannya, mulanya Zaky membandingkan soal dana riset industri 4.0 yang menempatkan Indonesia di posisi ke-43. Lalu, twitter ramai lantaran ada cuitan Zaky yang tertulis 'mudah2an presiden baru bisa naikin'.

Terlepas dari keramaian tersebut, Bukalapak sendiri punya perjalanan panjang dalam bisnis digital di Indonesia. Dalam catatan detikFinance seperti dirangkum Jumat (15/2/2019), Bukalapak didirikan oleh tiga orang yakni Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid.

Situs pertama Bukalapak diluncurkan pada tahun 2010. Kala itu, tampilannya belum sesederhana tampilan aplikasi seperti saat ini. Status Perseroan Terbatas (PT) diterima Bukalapak pada 9 September 2011.

Masih di tahun 2011, Bukalapak sudah memiliki 20 ribu pelapak serta 50 ribu pengguna. Jumlah pelapak ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2012, jumlah pelapaknya mencapai 50 ribu dan tahun 2013 sebanyak 80 ribu pelapak. Tahun 2014 aplikasi Bukalapak resmi diluncurkan. Saat itu, jumlah pelapak telah mencapai 250.000 dengan 800.000 pengguna.

Bukalapak menggelar Hari Belanja Nasional (Harbolas) pertama di 2015. Jumlah pelapaknya menjadi 500.000 pelapak.

Pada 10 Januari 2019, Bukalapak merayakan hari ulang tahunnya ke-9. Perayaan yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam acara itu, Zaky mengenang perjalannya membangun Bukalapak.


"Dulu kami tidak memiliki apa-apa. Kami hanya mahasiswa ITB. Saya, Nugroho, dan Fajrin adalah teman di ITB dan teman di SMA," ujarnya.

"Yang kami miliki adalah kecintaan terhadap teknologi dan mungkin mimpi. Mimpi dan juga harapan," sambungnya.

Berangkat dari mimpi dan harapan itulah yang membuat Bukalapak saat ini memiliki 4 juta pelapak dan 500 ribu warung digital. Selain itu, dia juga menyebut memiliki 2.500 karyawan yang disebutnya sebagai 'pemuda harapan masa depan bangsa'.

"Mereka adalah insinyur-insinyur dari luar negeri, diaspora-diaspora yang selama ini bekerja di luar negeri, ingin mengabdi untuk negeri, dan akhirnya mereka punya tempat di Bukalapak dan berkarya untuk sama-sama membangun bangsa," ujar Zaky.

Sebagai tambahan, tak lama ramai tagar #uninstallbukalapak Zaky memberikan klarifikasi.

"Bangun2 viral tweet saya gara2 'presiden baru' maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget," cuitnya.

Simak juga '#uninstallbukalapak Menggema, CEO Bukalapak Minta Maaf'

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed