Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Feb 2019 13:44 WIB

Bukalapak Disentil Jadi 'Lupabapak'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Biro Pers Setpres Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta - Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengenai 'presiden baru' menuai kontroversi. Meski sudah dihapus dan yang bersangkutan meminta maaf, namun cuitan itu telah menuai respons dari banyak pihak hingga melahirkan tagar #uninstallbukalapak.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menyayangkan cuitan tersebut lantaran seolah melupakan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sangat disayangkan jika kemudian Achmad Zaky men-tweet yang terkesan 'melupakan' upaya Pak Jokowi yang banyak memberikan perhatian terhadap industri digital Bukalapak ini," kata Ace Hasan, Kamis (14/2/2019).

Ace menjelaskan, Presiden Jokowi selama ini berkomitmen mendorong pengembangan ekonomi digital sebagai implementasi industri 4.0. Ace menambahkan, Jokowi mendukung penuh Bukalapak berkembang pesat dalam industri ekonomi digital.

"Presiden Jokowi memiliki perhatian yang serius terhadap pengembangan ekonomi digital sebagai implementasi dari industri 4.0. Achmad Zaky dengan Bukalapaknya merupakan salah satu yang selalu didorong untuk berkembang pesat. Hasilnya, tentu bisa kita lihat saat ini, Bukalapak adalah salah satu usaha anak muda yang berbasis industri 4.0," terangnya.

Dalam catatan detikFinance, ada sejumlah hal yang sudah dilakukan Jokowi untuk mendukung industri 4.0. Pada 4 April 2018 lalu, Jokowi meluncurkan peta jalan industri 4.0 atau yang dikenal Making Indonesia 4.0.


Peta jalan ini merupakan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah untuk menuju ekonomi digital, di mana teknologi sudah berkembang pesat dan diharapkan mampu mendukung perekonomian.

Ada 5 sektor prioritas yang masuk dalam peta jalan ini yakni makanan minuman (mamin), elektronik, otomotif, tekstil, alas kaki, dan kimia. Pemerintah menganggap, perlunya ada koordinasi dari sisi regulasi maupun insentif fiskal terkait infrastruktur telekomunikasi.

Tonton video: #uninstallbukalapak Menggema, CEO Bukalapak Minta Maaf

[Gambas:Video 20detik]



Sebagai informasi, dalam cuitannya Zaky menyebut omong kosong industri 4.0 jika budget research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibandingkan negara lain. Dari datanya tersebut, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky dalam cuitannya.

Cuitan itu memancing respons banyak pihak. Selain dengan menulis #uninstallbukalapak di Twitter, ada juga netizen yang mengunggah gambar bukti telah mencopot Bukalapak dari perangkat handphonenya. Lalu, ada juga mengunggah meme bertuliskan 'lupabapak'. Meme itu salah satunya diunggah akun @Sukanta82478459.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed