Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Feb 2019 11:31 WIB

10 Tahun Maling Ikan, Berapa Total Jarahan Kapal Andrey Dolgov?

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi Foto: Kapal Maling Ikan/Dok KKP Ilustrasi Foto: Kapal Maling Ikan/Dok KKP
Jakarta - Dalam kurun waktu 10 tahun, sebuah kapal penangkap ikan nakal berhasil menjarah ikan di lautan dunia. Kapal yang kerap lolos dari pengejaran ini akhirnya ditangkap di perairan Indonesia.

Dengan adanya misi penangkapan kapal di seluruh dunia maka kapal tersebut berhasil ditangkap di Selat Malaka, di jalur pelayaran utama antara Semenanjung Melayu dan Pulau Sumatera. Jika dihitung-hitung, berapa kerugian dari tindakan kapal pencuri ikan ini?

Mengutip BBC.com, Selasa (19/2/2019). Kapal Andrey Dolgov atau yang dikenal dengan STS-50 dan Sea Breez 1 ini telah menjarah sumber daya lautan yang paling berharga, yaitu ikan.


Operasi penangkapan kapal dan awaknya merupakan buah kerja sama antara polisi dan otoritas maritim, berbulan-bulan melakukan pekerjaan detektif yang melelahkan dengan pelacakan satelit.

Selama 10 tahun atau lebih, diperkirakan telah beroperasi secara ilegal, kapal Andrey Dolgov diperkirakan telah menjarah ikan senilai $ 50 juta (£ 38 juta) atau setara Rp 725 miliar dari lautan. Dengan uang sebanyak itu, bisa dilihat bahwa penangkapan ikan secara ilegal menjadi usaha yang menggoda bagi organisasi kriminal.

"Kapal-kapal ini beroperasi di perairan internasional di luar yurisdiksi negara," kata Alistair McDonnell, bagian dari tim kejahatan perikanan di Interpol yang membantu mengoordinasikan perburuan Andrey Dolgov.


"Ini adalah sesuatu yang dieksploitasi penjahat," tambah dia

Ahli Biologi Kelautan dari National Oceanography Centre di University of Southampton Katie St John Glew mengatakan tindakan pencurian ikan berdampak luas, merusak perhitungan stok ikan, industri perikanan, hingga kepercayaan konsumen.

"Sekitar 20% dari semua tangkapan global adalah ilegal, tidak dilaporkan atau tidak diatur," jelas Katie St John Glew.

"Jika penangkapan ikan secara ilegal pada akhirnya dapat menyebabkan stok runtuh, ini akan mempengaruhi kehidupan para nelayan di seluruh dunia," tambah dia.


Saksikan juga video 'Inilah Alasan Kenapa Kapal Maling Ikan Harus Ditenggelamkan!':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com