SP Pertamina Kutuk Karyawan yang Terlibat Kasus Lawe-lawe
Sabtu, 17 Sep 2005 17:24 WIB
Jakarta - Serikat Pekerja Pertamina Balongan mengutuk keras rekan mereka yang terlibat dalam penyelundupan minyak mentah di Terminal Lawe-lawe Balikpapan. SP juga meminta maaf atas perbuatan rekannya itu karena telah menyengsarakan rakyat Indonesia.Pernyataan Serikat Pekerja PT Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB) diikuti pula oleh 19 SP di seluruh sentra produksi atau operasi yang beranggotakan lebih kurang 77 persen pekerja yang tergabung di bawah Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB)."Kami mengutuk perbuatan mereka dan tidak akan pernah membenarkan dalam bentuk, situasi dan kondisi apa pun kepada siapa pun terlebih dalam situasi kesulitan negara seperti ini serta kenaikan harga minyak dunia yang sangat memberatkan," kata Ketua SP-PBB/FSPPB Indra Trigha dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (17/9/2005). SP Pertamina juga menyatakan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perbuatan menyimpang dari rekan-rekan mereka yang juga bekerja di Pertamina UP V Balikpapan. SP berjanji untuk aktif melakukan kontrol internal terhadap jalannya operasional perusahaan. Termasuk mengkritisi langkah-langkah direksi dan manajemen agar tidak hanya reaktif terhadap penyimpangan-penyimpangan demi meningkatnya efektivitas dan efisiensi."Kami berjanji senantiasa mengingatkan para anggota untuk tidak melakukan segala bentuk penyimpangan," ujar Indra. Pernyataan SP ini juga disampaikan kepada Presiden, anggota DPR, Panglima ABRI, Kepala Polri, Dewan Direksi Pertmina.
(ir/)











































