Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Feb 2019 13:58 WIB

Bos Smartfren Sebut Industri Telco Sedang Dalam Tekanan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: detikINET/Yudhianto Foto: detikINET/Yudhianto
Jakarta - Industri telekomunikasi masih tertatih-tatih setelah bertahun-tahun mengalami tekanan. Ada beberapa faktor yang membuat industri ini terus tertekan.

Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) Merza Fachys menilai, tekanan terhadap industri telco terasa sejak era Pemerintahan Jokowi-JK menjabat.

"Memang sejak awal pemerintahan Jokowi rasanya industri telco memang diidentifikasi banyak terjadi tekanan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Tekanan datang, kata dia, lantaran perkembangan global dengan masuknya jaringan 4G di 2015 yang didorong oleh pemerintah. Hal itu memaksa perusahaan telco untuk menyiapkan belanja modal (capex) yang begitu besar.

"Ini merupakan satu peristiwa di mana seluruh pemain harus siapkan capex besar. Ketika itu digelar mau tidak mau ya harus ikut di dalamnya. Capex ini bukan main besarnya," tambahnya.



Faktor kedua adalah perubahan kebiasaan masyarakat berkomunikasi dari menggunakan sms dan telepon kini melalui aplikasi. Hal itu tentu merusak bisnis utama dari para perusahaan telco.

"Boleh dikatakan turun cukup signifikan. Karena masyarakat sudah berubah menggunakan aplikasi. Ini yang menyebabkan memang kinerja telco menurun," tambahnya.

Namun pemerintah memikirkan nasib para pelaku. Pemerintah pun agar para pemain berkonsolidasi. Oleh karena itu dia tidak menepis isu rencana Smartfren berkonsolidasi dengan pemain lainnya, meski dia belum menyebutkan nama perusahaan itu.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed