Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Feb 2019 17:04 WIB

Peringatan INDEF: Unicorn Bisa Bikin Neraca Dagang RI Makin Tekor

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mewanti-wanti akan perkembangan unicorn di Indonesia. Dia menilai startup dengan valuasi jumbo itu berpotensi dikuasai asing dan membahayakan perekonomian RI

Meski tak bicara di forum yang sama, Guru besar ilmu ekonomi sekaligus peneliti senior INDEF Didik J Rachbini mengungkapkan pandangan yang senada. Dia juga menilai bahwa jika unicorn tidak dibuat aturannya, maka bisa dikuasai oleh asing.

"Unicorn Indonesia jika tidak diatur dan tidak diproteksi dengan baik, maka akan dicaplok modal asing," ujarnya dalam seminar online Jurnalis Ekonomi dan PenelitiINDEF, Kamis (22/2/2019) kemarin.


Jika, para unicorn di Indonesia dikuasai oleh asing, menurut Didik, kedepan tidak menutup kemungkinan adanya arus dana yang keluar melalui royalti.

"Akibatnya flow modal dari royalti di masa depan lewat ecommerce akan sangat besar," ucapnya.

"Sekarang defisit neraca berjalan atau current account sangat besar karena pendapatan primer, royalti, income tenaga kerja asing sangat besar," tambah Didik.


Jika itu terjadi, menurutnya tidak menutup kemungkinan perkembangan unicorn akan semakin menekan defisit neraca dagang Indonesia.

"Dengan tumbuhnya unicorn yang bebas tanpa peran pemerintah maka defisit neraca berjalan akan besar dan bahkan jebol," tutupnya. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed