Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Feb 2019 19:35 WIB

Luhut Blak-blakan Alasan Pemerintah Perlu Berutang

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ Foto: Dok. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/
Jakarta - Jumlah utang pemerintah sampai saat ini terus bertambah. Bahkan, di masa kampanye seperti sekarang menjadi bahan perdebatan yang terus dibahas.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan kenapa pemerintah terus menarik utang.

"Kenapa kita, berutang, kita harus berutang, nggak bisa nggak, karena ekonomi kita, seperti bisnis ada equity 70%, ada loan 70%," kata Luhut di acara Mengapa Harus Memilih di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Utang yang diambil pemerintah, kata Luhut, dikarenakan untuk menutupi selisih antara pendapatan negara yang lebih kecil dari belanja negara.


Menurut Luhut utang yang diambil pemerintah juga tidak dilakukan secara sembarangan. Melainkan melalui proses pembahasan antara pemerintah dengan DPR, sehingga, proses penambahan utang dilakukan secara transparan dan dapat diketahui oleh publik, mulai dari besaran, pemanfaatannya, hingga asalnya dari mana.

"Setiap penambahan utang itu dapat persetujuan DPR, dan di sana ada semua partai politik karena realistis, dari mana, kenapa, ada semua" ungkap dia.


Menurut catatan Kementerian Keuangan utang pemerintah hingga Januari 2019 mencapai Rp 4.498,56 triliun dengan rasio utang terhadap PDB mencapai 30,1%.

Melansir buku APBN Kita, Rabu (20/2/2019), total utang pemerintah pusat itu lebih tinggi dibandingkan posisi Januari 2018 sebesar Rp 3.958,66 triliun, atau bertambah Rp 539 triliun.

Jika dibandingkan dengan posisi Desember 2018 utang itu naik Rp 80,2 triliun dari sebelumnya Rp 4.418,30 triliun. (hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed