Sidak Menteri Perdagangan, Harga Beras Turun Rp 150
Senin, 19 Sep 2005 15:52 WIB
Jakarta - Penjual beras di Pasar Induk Cipinang mengaku harga beras rata-rata saat ini turun Rp 150 per kilogram. Namun tiga hari menjelang puasa harga beras bisa naik lagi.Penjual beras menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang melakukan sidak di Pasar Induk Cipinang Jakarta, Senin (19/9/2005).Turunnya harga beras tersebut, menurut mereka, karena adanya pemberitaan bahwa Bulog diizinkan untuk impor 250 ton beras. Impor tersebut diduga untuk menambah pasokan. "Sekarang turun Rp 150 per kilo gram, tapi biasanya tiga hari menjelang puasa dan sebelum lebaran merangkak naik lagi," kata Feri, salah seorang penjual beras di Pasar Induk Cipinang.Saat ini harga beras IR I sebesar Rp 3.250/kg, IR 2 sebesar Rp 3.100/kg, dan IR 3 sebesar Rp 2.950/kg. Sedangkan pada awal September, harga beras IR I sebesar Rp 3.400/kg, IR 2 sebesar Rp 3.250/kg, dan IR 3 sebesar Rp 3.050/kg. Namun dibandingkan masa sebelum puasa pada tahun lalu harga saat ini memang lebih tinggi. Pada tahun lalu menjelang puasa beras IR 3 seharga Rp 2.300/kg dan IR 2 sebesar Rp 2.600/kg."Maunya harga turun terus, dengan begitu daya beli meningkat. Sekarang pembeli sepi padahal stok menumpuk," keluh Feri.Sedangkan Dirut Food Station di Pasar Induk Cipinang Syamsul Alatah meminta kepada Menteri Perdagangan untuk membolehkan pedagang beras di Pasar Induk Cipinang melakukan impor beras."Kesempatan Bulog kan terbatas jadi beri kesempatan kepada kita. Di sini merupakan pusat penjualan dan pembelian beras agar stok menjadi cukup dan harga relatif stabil," katanya.Mendengar keluhan pedagang, Menteri Perdagangan menjelaskan, impor beras yang dilakukan Bulog tidak akan dilempar ke pasar. Sebab beras yang diimpor Bulog ditujukan untuk kebutuhan rakyat miskin, sehingga stok tetap aman."Pasokan Bulog untuk stok beras itu satu juta ton, kalau di bawah itu baru Bulog boleh impor," ujar Mari.
(ir/)











































