Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Feb 2019 19:59 WIB

Mendes: Warga Bengkulu Rajin Tapi Infrastruktur Pedalaman Kurang

Tia Reisha - detikFinance
Foto: kemendes PDTT Foto: kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri sosialisasi prioritas penggunaan dana desa 2019 di kawasan transmigrasi, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Dalam sambutannya, ia mengatakan Provinsi Bengkulu masih membutuhkan pembangunan infrastruktur, terutama di daerah pedalaman yang beberapa kondisinya masih memprihatinkan.

Dalam sosialisasinya, Eko menyampaikan bahwa Bengkulu juga sangat membutuhkan program-program dari pemerintah pusat. Ia pun telah meminta kepada sejumlah kepala daerah kabupaten, termasuk Kabupaten Mukomuko untuk merebut program-program dari kementerian terkait agar tidak direbut daerah lain yang dinilai sudah lebih maju.

"Provinsi Bengkulu ini masyarakatnya rajin. Tapi sayangnya infrastrukturnya di pedalaman-pedalaman itu banyak yang masih kurang. Sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu dan kebutuhannya akan mengeluarkan biaya yang mahal. Oleh karena itu, saya nanti bersama bupati akan road show ke kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, BUMN, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membantu memastikan bahwa infrastruktur di Bengkulu diperhatikan dan program-programnya tidak direbut oleh daerah-daerah lain di Indonesia," kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin (25/2/2019).


Eko juga menyampaikan bahwa terdapat program-program dari 19 kementerian kabinet kerja untuk ke desa dengan nilai total sekitar Rp 560 triliun. Untuk itu, perlu ada perjuangan dari pemda untuk terus aktif melaporkan agar dana-dana dari pusat itu disalurkan tepat kepada yang benar-benar membutuhkan.

"Karena penting informasi ini supaya diperjuangkan agar dana-dana tersebut bisa tepat sasaran. Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program," tegas Eko.


Terkait prioritas penggunaan program dana desa, ia menyarankan kepada desa-desa yang masih tertinggal untuk terus meningkatkan infrastrukturnya. Namun, bagi desa yang infrastrukturnya sudah cukup, ia meminta untuk mengalihkan dana desa ke pembangunan pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

"Kalau saya lihat, Kabupaten Mukomuko perlu dikembangkan. Jadi, tolong dana desa yang naik untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Gunakan dana desanya mulai untuk pemberdayaan ekonomi supaya ibu-ibu bisa kerja, bikin desa wisata, bikin bank sampah, bikin tempat pengelolaan pascapanen,"

"Tadi saya sudah hubungi Direktur Bulog dan Menteri Pertanian. Jadi, di Mukomuko akan ada program setiap rumah akan diberikan bibit durian dan rambutan dari Kementerian Pertanian dan dari Bulog akan dilakukan survei yang kemungkinan akan dibangun tambahan rice mill di Kabupaten Mukomuko," pungkas Eko. Baca berita lainnya dari Kemendes di sini


(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com