Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, investasi yang masuk ke Indonesia imbas perang dagang tidak signifikan seperti Vietnam dan Malaysia.
"Perang dagang AS dan China sebetulnya bisa dilihat dari dua sisi. Diharapkan dengan perang dagang ini sisi positif yang bisa diambil adalah diharapkan investasi masuk ke Indonesia, relokasi dari negara-negara yang berpotensi ini," kata dia dalam diskusi yang diselenggarakan Kadin Indonesia di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya ada 3 persoalan yang menyebabkan peluang itu gagal dimanfaatkan secara optimal.
"Kembali lagi masalah apa, kalau saya bicara dengan investor asing itu perizinan, kedua masalah tenaga kerja, ketiga ya ini, harmonisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan di daerah kadang-kadang suka belum baik," jelasnya.
Disamping menampung masuknya investasi, peluang yang bisa dimanfaatkan dari perang dagang adalah ekspor. Indonesia bisa mendorong ekspor ke AS maupun China yang sedang berseteru.
Negara lain pun melihat peluang yang sama. Oleh karenanya, Indonesia harus meningkatkan daya saing produk ekspornya. Itu bertujuan agar tidak kalah dari produk negara lain.
"Jadi sekarang mereka perang, kita jadi lebih kompetitif. Ini harus bisa diantisipasi dengan membuat barang-barang kita makin murah, efisien, kualitas makin baik dan skala ekonomi lebih besar," tambahnya.











































