Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Mar 2019 14:43 WIB

Mengenal Bisnis MLM yang Disinggung di Munas Alim Ulama NU

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Internet Ilustrasi/Foto: Internet
Jakarta - Sidang Komisi Bahtsul Masail Waqiyyah di Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) merekomendasikan bisnis money game atau bisnis multi-level marketing (MLM) haram hukumnya. Lantas, apa sih bisnis MLM itu?

Menurut Dewan Komisioner Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Komara, MLM adalah bisnis perdagangan yang memperjualbelikan barang biasa. Hanya saja, sistem penjualannya menggunakan jaringan anggota.

"Sebenarnya bisnisnya perdagangan biasa, dengan sistem jaringan," kata dia saat dihubungi detikFinance, Sabtu (2/3/2019).


Selain itu, Djoko mengungkapkan bisnis tersebut juga menawarkan produk dengan harga yang sesuai. Artinya, tidak mematok keuntungan berlebihan.

"Yang diperjualbelikan barang dengan harga sesuai dengan produk," ungkap dia.


Hal itu berbeda dengan bisnis money game yang juga menggunakan bisnis jaringan. Pasalnya, bisnis tersebut justru menawarkan bonus berdasarkan keanggotaan jaringan baru dan bukan barang.

"Money game itu rekrut dapat bonus, kalau kita nggak ada bonus. Itu nggak benar," papar dia.

Sementara itu, ia mengungkapkan saat ini sudah ada 90 perusahaan MLM di Indonesia. Adapun, perusahaan tersebut bergerak di bidang fesyen, suplemen kesehatan, hingga kecantikan. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com