DPR Pertanyakan Selisih Sisa Anggaran Lebih dalam APBN 2004
Selasa, 20 Sep 2005 16:09 WIB
Jakarta - Selisih sisa anggaran lebih (SAL) yang diungkapkan Ketua BPK Anwar Nasution mendapat respons dari anggota dewan. Mereka meminta agar BPK menindaklanjuti temuan tersebut.Anwar dalam sambutan mengenai hasil pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2004 di Gedung DPR/MPR, Selasa (20/9/2005), menyampaikan adanya perbedaan antara SAL dalam laporan realisasi APBN 2004 dengan SAL yang diungkapkan dalam neraca per 31 Desember 2004.SAL awal tahun 2004 dalam laporan realisasi APBN dilaporkan sebesar Rp 31,56 triliun. Sedangkan SAL dalam neraca hanya dilaporkan sebesar Rp 24,59 triliun.Keberadaan SAL tersebut tidak diungkapkan secara memadai dalam catatan atas laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2004.Anggota Komisi I DPR RI Yuddi Crisnandi mengatakan, jika laporan BPK itu benar, berarti telah terjadi indikasi kebohongan publik yang dilakukan pemerintah. Karenanya Yuddi meminta pada BPK dan Komisi XI menindaklanjuti dan memeriksa hal tersebut.Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif yang menyatakan, jika laporan BPK tersebut benar, maka telah terjadi indikasi praktek yang merugikan negara. Oleh karenanya, Zaenal meminta Presiden SBY menginstruksikan kepada kepolisian dan Kejagung untuk memeriksa selisih anggaran tersebut."Kalau ada, dana itu harus dikembalikan pada negara. Jadi harus ada keberanian dari presiden untuk memeriksa dugaan ini. Selama ini kita risau karena pengambil keputusan dari eksekutif selalu ragu-ragu, hanya membuat kita bingung," tandas Zaenal.
(qom/)











































