Jateng-Jatim Negosiasi Blok Cepu
Selasa, 20 Sep 2005 17:14 WIB
Surabaya - Jateng dan Jatim mulai menegosiasikan jatah 10 persen participating interest (PI) untuk pengelolaan Blok Cepu. Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menyarankan persentase PI adalah 67,23 persen untuk Jatim dan 32,73 persen untuk Jateng. Namun baik Jatim ataupun Jateng belum menyetujui usulan IAGI tersebut dan masih harus mengkonsultasikan dengan DPRD masing-masing. Yang pasti, kedua daerah yang sama-sama menguasai Blok Cepu tersebut sudah menyatakan kesiapan dananya untuk investasi.Hal tersebut terungkap dari hasil pertemuan Gubernur Jatim Imam Utomo dan Gubernur Jateng Mardiyanto di rumah dinas Gubernur Jatim, Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Selasa (20/9/2005).Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup selama 3 jam dari pukul 13.00 WIB juga diikuti Bupati Bojonegoro HM Santoso, Bupati Blora Basuki Widodo, Presiden IAGI Andang Bachtiar serta Dirut Panca Wira Jatim Dahlan Iskan. Panca Wira Jatim merupakan salah satu BUMD milik pemerintah Jatim.Usai pertemuan Imam Utomo menegaskan, pertemuan ini belum mengambil keputusan kesepakatan apa pun. "Hari ini kita ingin mengetahui secara teknis dan ilmiah kandungan potensi minyak di Bojonegoro dengan mengundang IAGI," ungkap Imam. Menurutnya, Jateng turut diundang karena kandungan minyak di blok Cepu juga melibatkan daerah tersebut. "Intinya kita tadi ingin tahu ekspose dari IAGI. Jadi kita tidak memikirkan diri sendiri karena menyangkut daerah lain. Maka itu harus dibicarakan masing-masing daerah yang terlibat," tambah Imam.Mengenai usulan IAGI soal penyertaan modal PI sebesar 67,23 persen untuk Jatim dan 32,73 persen untuk Jateng, menurut Imam, angka tersebut belum final. "Kita perlu memiliki data yang dimiliki Jateng karena mereka punya data tersendiri menyangkut kandungan minyak Blok Cepu," ujarnya. Mengenai keterlibatan PT Surya Energi Raya (SER) milik Surya Paloh, Imam mengaku tidak mempermasalahkannya. "Namun sesuai PP 34 tahun 2005, saya kira bila SER membiayai empat persen lebih ya, silakan saja. Tapi yang terpenting jangan sampai mereka punya saham. SER hanya membiayai saja. Sahamnya milik seluruh BUMD," papar Imam. Hal senada disampaikan Gubernur Jateng Mardiyanto yang menyatakan bahwa pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. "Kita hanya mempelajari data-data yang dimiliki. Yang penting ada kebersamaan. Namun secara finansial Jateng siap," tambahnya. Rencananya, formula hasil ekspose itu akan diserahkan ke masing-masing DPRD untuk dibicarakan dan dipelajari agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
(qom/)











































