Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 03 Mar 2019 19:07 WIB

Soal Tarif Bagasi, Pelni: Kami Tak Ikut-Ikutan Maskapai Penerbangan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. PT Pelni Foto: Dok. PT Pelni
Jakarta - Belakangan ini ramai diberitakan tentang bagasi berbayar yang diterapkan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Setiap bagasi yang dibawa penumpang beratnya di atas 50 kg akan dikenakan tarif over bagasi.

Pelni pun angkat bicara untuk melakukan penjelasan. Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan bagasi itu sudah diberlakukan sejak 15 Januari 2016, jauh sebelum dunia penerbangan menerapkan bagasi berbayar

"Jadi tidak benar Pelni ikut-ikutan maskapai penerbangan dan menerapkan bagasi berbayar," kata Plh. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulis, Minggu (3/3/2019).

Dia menegaskan bahwa Pelni membebaskan bea bagasi atau free untuk barang bawaan penumpang hingga 50 kg per penumpang yang bertiket ke seluruh rute pelayaran.


Sesuai peraturan perusahaan tentang bagasi penumpang kapal, yang disebut dengan bagasi bebas atau cuma-cuma adalah barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari biaya, berupa barang jinjingan, dapat diangkat dengan 1 tangan oleh penumpang bertiket dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

Setiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bagasi bebas sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenakan tarif over bagasi. "Bila bagasi melebihi 50 kg akan dikenakan tarif over bagasi", terang Yahya.

Ketentuan ini diterapkan demi menciptakan ketertiban, keamananan, dan kelancaran penerapan barang bagasi agar dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga dapat mendukung keselamatan pelayaran. Ketentuan free bagasi hingga 50 kg untuk menegakkan aturan dan menjamin keselamatan pelayaran.

"Bagi yang membawa bagasi melebihi berat 50 kg, PELNI menerapkan tarif over bagasi, tujuannya agar tertib, aman, dan selamat," tegas Yahya.

Pelni juga mengklarifikasi tentang kerancuan antara barang bagasi penumpang dengan Redpack (Responsibilty and Excellent Delivery). Yahya menegaskan bahwa bagasi dan Redack berbeda.



Barang bagasi adalah barang jinjingan yang dibawa penumpang. Saat ini, barang bagasi penumpang menyatu dengan penumpang di mana dia mendapatkan seat atau bed. Sedangkan Redpack merupakan kiriman atau paket yang diselenggarakan Pelni di luar bagasi.

Barang bagasi selalu bersama penumpang, sedangkan Redpack tidak bersamaan dengan penumpang. Redpack melayani door to door service di mana pengirim barang meminta diambil dan dapat pula diantar hingga ke alamat penerima.

Redpack adalah produk baru dari Pelni yang merupakan bagian dari lini bisnis dalam memperkenalkan packaging dan standart labelling logistik. Redpack telah diluncurkan pada 15 Agustus 2018 dengan bentuk kemasan kantong merah. Hal ini memberikan perbedaan dengan paket kiriman perusahaan lain.

(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed