IAGI Temukan Perbedaan Data Potensi Minyak Exxon dan Humpuss

IAGI Temukan Perbedaan Data Potensi Minyak Exxon dan Humpuss

- detikFinance
Selasa, 20 Sep 2005 19:04 WIB
Surabaya - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengungkap adanya perbedaan yang signifikan terkait data potensi minyak dan gas di Blok Cepu yang disodorkan ExxonMobil dengan PT Humpuss Patra Gas. Hal tersebut disampaikan Presiden IAGI Andang Bachtiar usai paparan data bersama Gubernur Jatim Imam Utomo dan Gubernur Jateng Mardiyanto di kediaman Gubernur Jatim, Jl. Imam Bonjol, Surabaya, Selasa (20/9/2005).Menurut Andang, data yang dimiliki PT Humpuss dijadikan pijakan IAGI dan pihak lainnya di Indonesia. Data itu untuk menghitung potensi minyak dan gas di Blok Cepu merupakan wilayah yang akan dieksplrasi.Menurut data ExxonMobil yang dirujuk hanya 7 sumur saja. Padahal data PT Humpuss menyebut di wilayah Bojonegoro terdapat 29 sumur. Lima diantaranya yang akan diekplorasi."Sebenarnya menurut Humpuss ada 7 sumur namun dua dilepas karena konon tidak masuk Blok Cepu. Namun data Exxon itu wajar. Bagaimanapun mereka mengacu pada kepentingan ekonomi dan investasinya. Jadi tidak ada persoalan meski beda," jelas Andang. Dampak perbedaan itu menyebabkan data kuantitatif kandung minyak juga berbeda. Misalnya Versi Exxon menyebutkan kandungan minyak di sumur Banyuurip Kecamatan Ngasem sebanyak 590 juta hingga 600 juta barel. Sedangkan versi PT Humpuss di bawah bumi Bojonegoro mengandung minyak sebanyak 1,8 miliar barel. "Jumlah itu tidak habis hingga 30 tahun," imbuhnya.Kelima sumur yang di ekplorasi di Bojonegoro adalah Banyuurip, Jambaran, Alasdarat, Kemuning dan Cendana. Sedangkan dua sumur yang dilepas karena dianggap bukan Blok Cepu adalah Sukowati dan Kedung Tuban. Besarnya kandungan di sumur Banyuurip dikarenakan ditopang lima struktur dikawasan tersebut.Berdasarkan data tersebut, Andang menepis kemungkinan adanya permainan data selama proyek eksploitasi berjalan. Alasannya secara teknis itu tidak mungkin terjadi. "Kaidah teknisnya telah kita ketahui. Kalaupun nantinya ada perbedaan masih bisa dikatakan wajar," ujar Andang. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads