Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Mar 2019 13:03 WIB

Bukan Gaji, Pengangguran Lebih Butuh Lapangan Kerja

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Fuad Hasim Foto: Fuad Hasim
Jakarta - Beberapa pengamat menilai janji Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang akan menggaji pengangguran tidak seperti yang dibutuhkan para lulusan SMK.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa yang dibutuhkan para lulusan SMK adalah lapangan pekerjaan yang bisa diserap.

"Jadi yang lebih urgent dilakukan oleh pemerintah semestinya mendorong penyediaan lapangan kerja formal sebanyak-banyaknya, khususnya untuk bisa menyerap penganggur muda yang persentasenya paling tinggi ini," kata Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (5/3/2019).


Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah untuk membuka lapangan kerja adalah dengan membenahi kurikulum pembelajaran di masa SMK. Di mana, kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

"Yang harusnya dilakukan pemerintah adalah menggandeng industri agar lulusan SMK itu bisa langsung bekerja, bekerja itu kan mendapatkan gaji yang berkelanjutan," kata peneliti dari INDEF Bhima Yudhistira.

Keduanya beranggapan, lapangan kerja yang bisa didorong pemerintah untuk menyerap pengangguran lulusan SMK adalah industri tekstil, otomotif, besi baja, aneka industri, serta bisa juga di sektor jasa seperti restoran dan hotel.

Oleh karena itu, janji kampanye capres petahana melalui kartu 'sakti' ini belum efektif untuk menekan angka pengangguran, khususnya lulusan SMK.

"Pokok masalahnya ada di kurikulum dan sistem pengajaran belum match dengan kebutuhan skill industri. Idealnya 70-80% kurikulum SMK adalah kerja praktik/ magang. Misal, setiap minggu minimum 2-3 hari kerja praktik di perusahaan. Jadi ketika lulus langsung terserap. Bukan sekedar pelajaran teori," ungkap Bhima.


Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat membahas keuntungan memiliki Kartu Prakerja.

Jokowi mengatakan kartu tersebut sangat baik untuk muda-mudi yang baru lulus SMA. Jiga sudah diberi pelatihan namun belum dapat kerja, para muda-mudi ini bakal digaji.

"Kan sudah dilatih sesuai bidang masing-masing. Namun, jika masih belum dapat kerja, kita akan berikan gaji, tapi besarannya berapa, itu masih dirahasiakan," kata Jokowi. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed