Semen Gresik Belum Minat Ambil Alih PT Kertas Kraft Aceh

Semen Gresik Belum Minat Ambil Alih PT Kertas Kraft Aceh

- detikFinance
Rabu, 21 Sep 2005 11:41 WIB
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk belum menyatakan minatnya untuk mengambil alih saham PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Menneg BUMN Sugiharto pun memberi sinyal menolak kerja sama operasional (KSO) antara dua BUMN tersebut."Kemarin kami rapat dengan direksi PT Semen Gresik. Belum ada permintaan dan inisiatif untuk itu. Karena Semen Gresik adalah perusahaan publik, maka keputusannya harus dibahas sesuai aturan pasar modal," kata Sugiharto.Ia menyampaikan hal tersebut sebelum mengikuti rapat dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2005).Sebelumnya Menteri Perindustrian Andung A Nitimiharja mengajukan 3 opsi untuk penyelamatan PT KKA. Opsi tersebut adalah KSO dengan pihak lain, seperti Semen Gresik, pengajuan dana tambahan lewat APBN-P senilai Rp 350 miliar yang pengajuannya telah disetujui Komisi VI DPR dan pemanfaatan pinjaman luar negeri senilai US$ 50 juta.Atas usulan tersebut, Sugiharto menilai tidak ada salahnya. Yang jelas, Semen Gresik harus mempelajari terlebih dahulu usulan tersebut. "Core bisnis Semen Gresik adalah tambahan kapasitas baru, bukan mengambil alih industri lain yang bukan core-nya," tegas Sugiharto.Namun Sugiharto mengakui bahwa antara KKA dan Semen Gresik memiliki keterkaitan bisnis, yakni kantong sak produksi KKA bisa dibeli Gresik. "Tapi saya kira sudah banyak perusahaan pengantongan yang tidak kalah efisien dengan KKA," ujar Sugiharto.Untuk itu, tambah pria berkacamata ini, studi kelayakan perlu dilakukan untuk menentukan layak atau tidaknya mengambil alih PT KKA. Demikian pula restu dari pemegang saham, baik pemerintah maupun publik, untuk pengambilalihan saham PT KKA.Pemerintah, lanjut Sugiharto, sudah cukup berupaya menghidupkan KKA dengan memberi semacam dana public service obligation (PSO) sebesar Rp 50 miliar yang sudah diputuskan Panja. "Ini sebagai stimulus agar KKA dihidupkan. Karena tugas kita menghidupkan KKA," kata Sugiharto. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads