Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Mar 2019 11:24 WIB

Harga Jagung Naik Lagi, Peternak Unggas: Kemungkinan Permainan

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis Foto: Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis
Jakarta - Harga jagung sempat mengalami penurunan ke angka Rp 4.000 per kilogram (kg) karena adanya panen. Namun kini, harga kembali meningkat.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Leopold Halim kenaikan harga tersebut terjadi secara tiba-tiba. Pasalnya, harga meningkat dalam waktu beberapa hari.

"Minggu-minggu lalu harga sudah turun di angka Rp 4.000 per kg. Tapi 3-4 hari lalu, pas hari Senin naik. Saya tawar Rp 4.200 sampai Rp 4.300 nggak mau. Mungkin harganya sekarang Rp 4.500," jelasnya kepada detikFinance, Jumat (8/3/2019).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kenaikan harga tersebut dikarenakan adanya permainan sejumlah oknum. Sebab, pasokan jagung di tengah panen menjadi hilang dan sulit ditemukan.

"Kemungkinan ini permainan. Jadi kondisinya raib aja jagung itu, nggak ngerti kenapa langka," terang pria yang akrab disapa Atung ini.



Untuk mencegah kenaikan harga yang terus terjadi, pihaknya pun menghentikan pembelian jagung sementara waktu. Dengan begitu, harapannya harga jagung dapat turun normal kembali.

Saat ini, kebutuhan jagung pakan ternak masih memanfaatkan cadangan jagung yang berada di gudangnya. Jagung tersebut diperoleh dari penyerapan jagung saat panen kemarin.

"Jadi sementara kita nggak mau beli. Karena kalau ada tawaran kan makin banyak yang cari, harga naik terus makin susah. Jadi sekarang cadangan jagung (di peternak mandiri) masih ada kok kan kita serap pas panen itu," tutup dia.



Harga Jagung Naik Lagi, Peternak Unggas: Kemungkinan Permainan
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com