Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Mar 2019 19:34 WIB

Beredar Video Jebakan Utang China, Indonesia Bisa Kena?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kementerian Keuangan/Foto: Yulida Medistiara/detikFinance Kementerian Keuangan/Foto: Yulida Medistiara/detikFinance
Jakarta - Beberapa waktu lalu ada sebuah video yang menginformasikan bahwa tindakan China memberikan pinjaman atau utang kepada negara-negara sebagai aksi membangun kekuatan negeri tirai bambu tersebut.

Berdasarkan akun Facebook Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan yang dikutip Senin (11/3/2019), video tersebut berjudul Chinese Money Trap dan diviralkan oleh akun Nas Daily pada 1 Maret 2019.

Di akun tersebut, diceritakan bahwa China memberikan pinjaman dengan jumlah besar dengan harapan para negara peminjam tidak mampu mengembalikan.


Di saat seperti itu, China membangun negaranya dengan menguasai aset di negara yang gagal bayar. Sehingga, hal tersebut disebut sebut sebagai Chinese Money Trap atau jebakan utang China.

Video tersebut juga banyak ditonton oleh penduduk Indonesia, kemudian dihubungkan dengan total jumlah utang pemerintah yang sudah mencapai Rp 4.000-an triliun.

DJPPR Kementerian Keuangan menjelaskan, layaknya kita yang harus mengelola uang kita dengan baik agar tidak merugi di kemudian hari. Pemerintah pun harus melakukan hal yang sama agar seluruh masyarakat Indonesia merasakan manfaatnya.

Utang yang ditarik pemerintah pun mengacu pada empat arah kebijakan pembiayaan anggaran. Pertama, prinsip kehati-hatian yang senantiasa menjaga rasio utang terhadap PDB di bawah batas aman dan diupayakan menurun secara bertahap dalam jangka menengah.

Kedua, produktif dengan mendorong pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif dalam mendukung pencapaian target pembangunan. Ketiga, efisiensi dalam mendorong efisiensi biaya utang pada tingkat risiko yang terkendali dan mendukung kesinambungan fiskal.


Keempat, pendalaman pasar dengan memperluas basis investor dalam negeri dan mengubah mindset dari conventional financing ke innovative financing dengan kerja sama swasta, BUMN, BUMD, dan Pemda untuk akselerasi pembiayaan infrastruktur.

Oleh karena itu, masyarakat pun diminta untuk mengenali dulu tentang struktur utang pemerintah dan dari mana sumber pinjaman utang pemerintah. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed