Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 14:15 WIB

Menaker: Jadikan Inovasi sebagai Budaya dan Terobosan

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Dok. Kemnaker Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meninjau Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, di Jalan Gatot Subroto KM 7,8 kota Medan, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, ia meminta jajaran BBPLK Medan banyak melakukan inovasi dalam metode pelatihan.

"Jadikan inovasi sebagai budaya dan terobosan agar BLK (Balai Latihan Kerja) bisa terus berkembang mengikuti perkembangan zaman," kata Hanif, dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Kegiatan yang dilakukan pada Jum'at (15/3/2019) itu, Hanif menilai BLK yang merupakan provider pelatihan, juga harus bersaing dan selalu memperbarui pelatihan. Tujuannya untuk mengantarkan masyarakat benar-benar bisa kompeten.


Agar BLK bisa terus melakukan inovasi, Hanif meminta seluruh pegawai maupun instruktur di BLK membuka ruang atau ide-ide agar bisa terus berkembang. Menurutnya, pimpinan juga harus membuka diri, berdialog agar bisa menyerap ide-ide dari bawah.

"Siapa tau ada yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara baik. sehingga kinerja BLK menjadi baik. Pikiran kita harus terbuka, harus inovatif agar semua yang dilakukan benar-benar baik," kata Hanif.

Selain berinovasi, Hanif juga meminta BLK Medan membuka kelas malam dan Sabtu-Minggu. Untuk membuka dua kelas tersebut Hanif telah menginstruksikan Ditjen Binalattas untuk merumuskan dan aksesnya benar-benar dibuka seluas-luasnya untuk masyarakat.

Hanif menilai pentingnya dibuka dua kelas itu karena masyarakat di sekitar memerlukan ruang atau akses untuk bisa memperoleh upskilling (peningkatan keterampilan) agar memiliki karir dalam pekerjaannya. Karena saat ini banyak orang under employment.


Jika sebelumnya ada persyaratan usia dan pendidikan, lanjut Hanif, maka untuk membuka akses seluas-luasnya ke masyarakat, mulai saat ini BLK telah menghapuskan persyaratan yang membatasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan.

"Kita minta BLK Medan tidak melihat soal itu. Tak peduli agamanya apa, sukunya apa, asalnya dari mana, pendidikannya apa, tua atau muda. Selama dia butuh pelatihan datanglah ke BLK Medan dan BLK harus memberikan pelayanan dan pelatihan terhadap mereka," katanya.

Sebagai informasi, Hanif juga menyempatkan diri untuk meninjau workshop kejuruan perhotelan, konstruksi, barista dan restoran.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif didampingi oleh Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Asep Gunawan, Kadisnaker Sumut Hariyanto Butar Butar, Kepala BBPLK M. Ali dan Kabag TU BBPLK Medan Huminsa Tambunan.


Menaker: Jadikan Inovasi sebagai Budaya dan Terobosan
(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com