Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Mar 2019 17:48 WIB

Seperti Boeing, Deretan Pesawat Ini Juga Pernah Dilarang Terbang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Beberapa minggu terakhir, otoritas penerbangan seluruh dunia sedang ribut-ributnya mengandangkan pesawat. Usai terjadinya dua kasus besar kecelakaan Boeing 737 Max 8 yang terjadi hanya dalam waktu lima bulan, kini ramai-ramai maskapai dan otoritas udara seluruh dunia melakukan larangan terbang pada pesawat jenis tersebut.

Pelarangan terbang pesawat karena masalah keselamatan adalah masalah yang cukup besar, dan itu sangat jarang terjadi. Kekhawatiran cukup besar muncul dari para regulator penerbangan di seluruh dunia untuk mengandangkan Boeing 737 max 8 sampai para penyelidik dapat mengetahui apa penyebab kecelakaan tersebut.

Tidak ada yang berani mengambil langkah yang pasti sampai penyelidikan kecelakaan Ethiopian Airlines Penerbangan 302 di Addis Ababa pada 10 Maret 2019 lalu selesai. Kabar terakhir, informasi dari perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit pesawat tersebut sekarang sudah berada di Paris untuk dianalisis.


Sebelumnya, kasus pelarangan dan pengandangan pesawat seperti ini pernah terjadi beberapa kali di seluruh dunia. Berikut daftar singkat pelarangan terbang pesawat selama delapan dekade terakhir, seperti dikutip dari CNN, Minggu (17/3/2019).

2013: Pesawat Boeing 787 Dreamliner
Bukan hanya 737 max 8, Boeing 787 Dreamliner pun pernah bermasalah juga dan berujung pada pelarangan terbang.

Tahun 2013 atau tepat dua tahun setelah jet bermesin ganda berbadan lebar Boeing yang canggih dan super efisien mulai beroperasi, kebakaran baterai muncul menjadi masalah. Insiden itu memaksa penerbangan All Nippon Airways 787 di Jepang untuk mendarat ke bandara terdekat dan langsung mengevakuasi semua penumpang dan awak.

Beberapa hari kemudian di Boston, asap muncul dari kompartemen baterai dari Jepang Airlnes Dreamliner yang diparkir. Insiden ini membuat FAA (otoritas penerbangan AS) menghentikan semua Dreamliner di seluruh negeri, seperti halnya para pejabat penerbangan di seluruh dunia.

Setelah melakukan penyelidikan, perancangan ulang baterai Boeing memungkinkan Dreamliners untuk kembali ke melayani penumpang sekitar tiga bulan kemudian.


1979: Pesawat McDonnell Douglas DC-10
Penyelidikan ke jatuhnya American Airlines Penerbangan 191 di Chicago, yang menewaskan 273 orang, menyebabkan dikandangkannya semua pesawat jenis DC-10. Investigator khawatir dengan seluruh armada DC-10 karena mesin kiri Flight 191 telah terpisah dari sayap saat lepas landas pada kecelakaan di Chicago.

Akhirnya para penyelidik menyalahkan kecelakaan pada pemeliharaan yang kurang diperhatikan. Sehingga mmerusak struktur yang menahan mesin ke sayap. Pesawat pub memasuki kembali layanan penerbangan, 37 hari setelah mereka dilarang terbang.

1946: Pesawat Lockheed L-049 Constellation.
Lockheed Constellations sendiri dihentikan pada tahun 1931 setelah kecelakaan di dekat Reading, Pennsylvania, kecelakaan itu telah menewaskan empat orang. Setelahnya, beberapa kecelakaan kebakaran mesin pada jenis pesawat yang sama terjadi kembali.

Regulator penerbangan federal setempat telah mengandangkan semua pesawat jenis 58 L-049 yang sedang beroperasi saat itu dan memerintahkan perubahan pada sistem listrik dan mesin mereka. Pelarangan itu berlangsung sekitar enam minggu sebelum pesawat kembali beroperasi.

1931: Pesawat Fokker F-10A
Kecelakaan pesawat F-10A di Bazaar, Kansas, menjadi berita utama pada tahun 1931 karena salah satu dari delapan korbannya adalah pelatih sepakbola terkenal Notre Dame, Knute Rockne. Penyelidik mengatakan kecelakaan itu disebabkan oleh konstruksi sayap yang rusak, mendorong regulator untuk mengandangkan semua F-10A.

Sebagian besar dari pesawat-pesawat ini kembali beroperasi. Tetapi hilangnya kepercayaan publik dan biaya inspeksi yang dipesan oleh regulator, malah mendorong maskapai penerbangan untuk berhenti menerbangkannya karena kehabisan uang. (das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed