Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Mar 2019 22:47 WIB

Adu Jurus Ma'ruf Amin vs Sandiaga Kurangi Pengangguran di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya akan memberikan kartu pra-kerja untuk memicu semangat para pekerja yang masih mencari kerja.

"Kami mengeluarkan kartu pra-kerja supaya masyarakat (yang belum dapat kerja) memperoleh semangat dan akan memberikan insentif atau honor antara 6 bulan sampai 1 tahun," ungkap Ma'ruf dalam debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Selain itu untuk memberikan lapangan pekerjaan, pihaknya akan memberikan keterampilan tambahan bagi masyarakat dengan akses kursus yang gratis. Bahkan untuk akses kecakapan hingga seni.

"Kita juga akan berikan akses bagi masyarakat pencari kerja supaya bisa memberi kursus secara gratis. Baik itu akses kepintaran, kecakapan, fotografi, seni, membuat berbagai macam produk," ungkap Ma'ruf.

"Juga kebugaran dalam rangka sehat baik orang tua maupun anak muda secara gratis. Bukan hanya untuk kerja tapi juga agar bisa mandiri," tambahnya.



Lain dengan Ma'ruf, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno justru memiliki cara berbeda bagaimana cara menggenjot serapan tenaga kerja di Indonesia. Menurutnya kurangnya link and match menjadi masalah utama.

"Kami lihat adalah utamanya nggak ada link and match. Apa yang dibutuhkan antara dunia kerja dan pendidikan," ungkap Sandiaga.

Sandiaga berani memastikan dan menjamin para lulusan SMK akan mendapatkan sinergitas dengan dunia kerja. Program link and match nya akan menjamin seluruh lulusan SMK Langsung terhubung ke dunia kerja.

"Kami akan pastikan SMK terhubung sinergis dengan dunia kerja, baik di sektoral nya maupun di pemerintahan. Kita akan pastikan siswa siswi kita di SMK akan dapat kerja begitu lulus," ungkapnya.

Pihaknya pun telah menyiapkan dua program besar lanjutan, yaitu Rumah Siap Kerja dan OKE OCE.

"Rumah siap kerja sudah kami luncurkan dua hari lalu, dan 90 ribu pegiat OK OCE di Jakarta Insyaallah akan kita angkat ke nasional," sebut Sandiaga.


(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com